Arsip Kategori: PROFETIK

MENINGGALKAN TUHAN

Oleh Rick Joyner 

(diambil dari buku “50 Day for a Firm Foundation” atau “50 hari untuk MEMBANGUN DASAR YANG TEGUH”)

¹³Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 

¹⁴Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”

¹⁵Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia. 

¹⁶Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. 

~ Kejadian 4:13-16

Ketika Tuhan memberitahu Kain bagaimana ia dapat dilepaskan dari depresi, ia tidak mendengarkan. Ketika kita tidak mendengarkan Tuhan, biasanya akan membuat kita gagal bahkan lebih jauh lagi melakukan dosa, sama seperti yang terjadi pada Kain. Kain masih dapat berpaling kepada Tuhan, merendahkan dirinya dan bertobat, dan ia akan menerima pertolongan. Tuhan memperingatkan dia bahwa ia harus mengalahkan dosa, tetapi ia terus membiarkan dirinya dikalahkan oleh dosa.

Adalah menarik bahwa kemudian Kain mengerti hukum tabur-tuai, seperti yang diuraikan oeh Paulus di dalam Galatia 6:7: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nyn dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Ia mengerti bahwa karena ia telah membunuh adiknya, ia ada dałam bahaya untuk membunuh dirinya sendiri. Ini merupakan hukum yang sepasti hukum gaya gravitasi. Oleh sebab itu, bila kita ingin menerima kasih karunia, kita harus belajar menabur kasih karunia dalam setiap kesempatan yang kita peroleh. Bila kita ingin menerima anugerah, kita harus belajar menabur anugerah dalam setiap kesempatan. Bila kita melakukan kebaikan, kita akan menuai kebaikan. Bila kita melakukan hal yang jahat, kita akan menuai hal yang sama.

Ketika membaca tentang ketakutan Kain bahwa ia akan dibunuh, orang mungkin berpikir, “Siapa yang akan membunuh dia?” Adam dan Hawa hidup hampir seribu tahun. Mereka mulai melakukan tugas mereka untuk bertambah-tambah dan memenuhi bumi dengan mempunyai banyak anak laki-laki dan perempuan lainnya. Jelas, sudah ada penduduk di bumi pada saat Kain membunuh Habel. Jelas mereka merupakan keluarga dekat Kain, tetapi ia masih takut terhadap mereka. Ia telah membunuh adiknya sendiri, sehingga ia tahu betul bahwa seorang saudara laki-laki dapat membunuhnya. Ini cukup tepat, karena wałaupun semua laki-laki pada akhimya mendapatkan nama dari keluarga yang sama, tetapi tidak dapat mencegah mereka untuk tdak saling menyerang satu sama lain.

Walaupun demikian, Tuhan berkemurahan kepada Kain. Ia memberi dia tanda yang akan melindunginya. Sepanjang sejarah dalam Allah berurusan dengan umat manusia, Ia cepat menyatakan kasih karunia dan anugerah yang tak terhingga kepada kita. Kasih karunia dan anugerah-Nya bahkan cukup bagi-Nya untuk meniadakan hukum tabur-tuai. Di dalam Alkitab, kita mempunyai banyak contoh tentang Tuhan meluaskan panen kegagalan sebagai akibat benih jahat yang ditaburkan oleh manusia. Namun demikian, kita juga mempunyai contoh-contoh tentang penghukuman yang cepat bagi mereka yang telah mengeraskan hati dan menyalahgunakan kasih karunia dan anugerah-Nya.

Akibat yang lebih buruk dari dosa Kain membunuh adiknya yaitu ia “pergi dari hadapan TUHAN.” Perkelahian yang terjadi antara saudara-saudara di dalam gereja, atau antara gereja satu dengan yang lainnya sering membawa akibat yang paling buruk. Banyak yang akhirnya meninggalkan Tuhan. Itulah sebabnya, sejak semula strategi musuh yang utama adalah membuat sesama saudara saling bertengkar. Ia disebut “pendakwa saudara-saudara kita” (Wahyu 12:10), sebab salah satu senjatanya yang paling efektif untuk melawan kita adalah membuat kita saling menuduh satu sama lain.

Entah bagaimana Kain berpikir bahwa Habel merupakan alasan dari penolakannya. Penolakan terhadap persembahan Kain tidak ada kaitannya dengan persembahan Habel. Jawaban dari masalah Kain tidak ada hubungannya dengan Habel, melainkan dengan dirinya. Namun demikian, sejak semula, menyalahkan orang lain atas masalah kita merupakan sałah satu penipuan utama yang telah menjauhkan manusia dari kasih karunia Allah. Hał ini juga telah membawa manusia maupun gereja-gereja kepada peperangan yang paling menghancurkan dalam sejarah.

Pertama, musuh akan mencoba membuat kita cemburu terhadap yang lain. Kemudian ia akan membuat kita menuduh mereka sebagai penyebab dari masalah-masalah kita. Itulah sebabnya bangsa-bangsa yang mempunyai kesulitan serius menjadi sangat berbahaya. Kelihatannya jauh lebih mudah menyalahkan orang lain dan menyerang mereka daripada menghadapi masalah kita sendiri. Orang akan cenderung menolong kita bila kita menggambarkan musuh umum yang menjadi penyebab masalah kita. Gereja-gereja dan orang-orang dapat menjadi berbahaya ketika mereka mengalami masalah serius. Bila Anda melihat mereka mulai menyerang dan menyalahkan orang lain, itulah saatnya untuk meninggalkan mereka. Jangan terus terperangkap di dalam perangkap musuh yang kelihatannya merupakan pelarian yang mudah daripada menghadapi kekurangan-kekurangan kita sendiri. Hal ini akan membuat kita melukai orang lain yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Bahkan lebih buruk dari itu, ia juga membawa kita “meninggalkan hadirat Tuhan.”

MENGENAL DAN MENGALAMI KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Oleh Didit I.
Beberapa hari ini Tuhan mengarahkan saya untuk merenungkan kembali nasehat², ajaran² dan perjalanan hidup bapa rohani saya, bapak Peter Bambang Kustiono. Salah satu nasehat terakhir beliau yang sering disampaikan kepada kita adalah “mengenal kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya”  (Filipi 3:10). Tuhan memberikan pesan tersebut kepada bapak Peter supaya kita mengalami KUASA UNTUK MENANG dalam perjalanan di dunia sekarang ini maupun menang dalam kehidupan yang akan datang. 
Dalam kuasa kebangkitanNya kita beroleh kuasa untuk mengalahkan kelemahan pribadi, dosa, ketakutan menghadapi kematian, beroleh keberanian, penghiburan, pengharapan (yang membuat kita senantiasa bersukacita, merasakan damai sejahtera) dalam kehidupan di dunia sekarang ini maupun dalam kehidupan yang akan datang, termasuk kekuatan dalam menghadapi tantangan, masalah dalam mengikut Tuhan. 
Hal ini mengingatkan saya dalam sebuah adegan dalam penglihatan dimana para pemberontak (orang yang berusaha keluar dari kota Agamawi dan kota Duniawi dengan caraNya sendiri tanpa bantuan Hikmat dan Wahyu). Mereka mengenakan perlengkapan perang yang rusak. Ekspresi wajah mereka tampak lelah, putus asa, takut, kuatir dan kecewa. Seringkali mereka menceritakan dengan nada kesal, marah terkait sulitnya bertahan hidup serta menghindari pengejaran dari para penjaga kota. Mereka mengeluhkan dirinya yang selalu dipenjara, dikejar, ditangkap, dipukul oleh penjaga kota, termasuk oleh penduduk, pembesar di kota Agamawi atau kota Duniawi serta tidak pernah dapat keluar dari kota Agamawi atau kota Duniawi. Dalam hati saya bertanya, “mengapa Tuhan tidak memberikan kemenangan kepada para pemberontak di kota Agamawi dan kota Duniawi?” Lalu Tuhan menjelaskan, “…..mereka TIDAK MAU MENGENALI dan TIDAK MAU MENGALAMI kuasa kebangkitanKu sebab mereka hidup dan melayaniKu sesuai dengan KEHENDAK DAN RENCANA MEREKA SENDIRI….”  Inilah gambaran kehidupan jiwa² yang pernah merasakan lawatan Tuhan secara pribadi, dalam hatinya pernah berkobar kasih kepada Tuhan tetapi semakin lama kasih kepada Tuhan berubah menjadi dingin (menjadi makin egois) meskipun masih rajin beribadah, pelayanan sampai ke seluruh daerah di Indonesia atau dunia. Sebaliknya, orang² yang mengenali dan mengalami kuasa kebangkitan Kristus dimampukan untuk keluar (atau masuk karena diutus Tuhan untuk membebas jiwa² dari kota Agamawi/kota Duniawi). Wajah mereka selalu bersinar. Sikap mereka selalu tampak berani, berhikmat (tidak ceroboh). Nasehat atau arahannya selalu menyiratkan bukan sekedar memberikan arahan/petunjuk praktis tetapi memberikan pengertian² yang bijaksana, mendidik, memberikan kekuatan/dorongan kepada jiwa² untuk selalu mencari, mengikuti kehendak, rencana Tuhan. Tidak ada ketakutan, kekuatiran akan penderitaan atau kematian dalam mengikuti kehendak Bapa di sorga.
Dan Tuhan menjelaskan bahwa kunci untuk mengenal dan mengalami kuasa kebangkitanNya adalah dengan melepaskan bahkan memandang segala hal yang dipandang berharga oleh orang² Agamawi dan orang² Duniawi seperti pengakuan, pujian, penghormatan, kekayaan, kenyamanan, kemudahan hidup di dunia dll sebagai sampah yang tidak ada artinya dibandingkan mengenal Kristus, Tuhan, Raja kita serta hidup sesuai kehendak/rencana Bapa di sorga (Filipi 3:7-8). Tanpa penyerahan dan pengertian demikian maka kita tidak akan mengalami kuasa kebangkitanNya bahkan kita berpotensi terjebak dalam pemahaman yang salah terkait persekutuan dalam penderitaanNya (sebab tanpa disadari banyak orang telah melebarkan/mempersempit jalan sempit yang telah dibangun oleh Tuhan atau mempersempit jalan yang lebar supaya dipandang seakan² jalan Tuhan padahal bukan jalan Tuhan). Itulah sebabnya Tuhan ingin kita memandang mulia bahkan menjadikan sebagai prioritas yang utama dalam hidup kita seperti mencari, mengenali dan hidup sesuai kehendak, rencana, tujuan Tuhan. Tanpa memandang mulia bahkan menjadikan Kristus sebagai prioritas yang utama dalam hidup kita maka kita tidak beroleh persekutuan dalam penderitaan dan kebangkitaNya. Merayakan tanpa mengalami kuasa kebangkitanNya adalah kesia²an tetapi memperingati kebangkitanNya dan mengalami kuasa kebangkitanNya adalah panggilan dan tujuan hidup kita sebagai orang² percaya dan pengikutnNya.
Adakah kita telah menjadikan pencarian, pengenalan dan hidup sesuai kehendak, rencana, tujuan Tuhan sebagai prioritas yang utama dalam hidup kita? 
“Mereka yang percaya kebangkitan Kristus tidak sekedar terharu biru akan penderitaan Kristus dan menjadi emosional di masa² Jumat Agung dan. Paskah tiap tahunnya. Mereka yang meyakini Kristus bangkit dan hidup, menyerahkan seluruh hidupnya untuk MENGERJAKAN PEKERJAAN TUHAN SEPERTI KRISTUS YANG DIUTUS KE DUNIA.”
~ Peter Bambang Kustiono
“Sekarang saya telah melepaskan semua hal lain. Saya sadar bahwa itulah satu-satunya cara untuk mengenal Kristus dengan sungguh-sungguh, untuk mengalami kuasa yang menghidupkan-Nya kembali, serta untuk mengerti apakah artinya menderita dan mati bersama dengan Dia.”
Filipi 3:10 (FAYH)

PERSPEKTIF PROFETIK UNTUK INDONESIA TAHUN 2023

“MEMBEDAKAN ANTARA YANG SEDANG BERHALUSINASI, MENGGUNAKAN AKAL SESAT, MENGEMBANGKAN AKAL SEHAT ATAU MENGIKUTI HIKMAT TUHAN”

(untuk kalangan sendiri)
Oleh Didit I
Kita telah mendengar dari berbagai pakar ekonomi di berita² bahwa bangsa² (termasuk Indonesia) sedang terancam memasuki masa yang gelap dari sisi ekonomi secara global, yaitu ‘ancaman resesi global di tahun 2023’. Masa resesi ini sebelumnya pernah terjadi di Indonesia seperti pertama di tahun 1963, kedua di tahun 1998, ketiga di tahun 2008, keempat di tahun 2020. Masa resesi ekonomi yang paling parah terjadi pada tahun 1963 dan 1998 sebab terjadi demo di kota² disertai bentrokan antara pendemo dengan aparat keamanan sampai terjadi korban jiwa dari kalangan aktivis bahkan kesenjangan sosial di masa tersebut berujung pada pembantai pada ras atau kelompok atau agama atau paham tertentu. Rangkaian peristiwa² tersebut benar² telah mempengaruhi arah politik, kepemimpinan, masa depan bangsa ini. Dan Tuhan menjelaskan bahwa bangsa kita di tahun 2023 berpotensi mengulang sejarah berdarah tersebut. Bukan berarti Tuhan tidak mampu mencegah tragedi berdarah tersebut tetapi Tuhan ingin kita menyadari kondisi kehidupan rohani kita yang sebenarnya dan mengarahkan diri sesuai kehendak Bapa di sorga. Pengulangan sejarah kelam tersebut dimulai dari meningkatnya angka pengangguran, kelaparan, kejahatan, stress, kenaikan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan bayi yang membuat anak² muda hingga dewasa memilih antara lain :
1. MENGAKHIRI HIDUP DENGAN CARA BUNUH DIRI. Kita akan dikejutkan dengan berita² terkait bertambahnya jumlah orang² yang stress, depresi, mengalami gangguan kejiwaan, kerasukan roh² jahat. Kasus perceraian dan perselingkuhan akan terus meningkat. Beberapa diantara orang yang depresi memilih mengakhiri hidup karena kesulitan menyelesaikan berbagai pergumulan batin, masalah, tantangan hidup, ditambah beban pekerjaan yang besar. Sejumlah bisnis yang baru dirintis mengalami kebangkrutan. Banyaknya tagihan yang harus dibayar tapi penghasilan minim (khususnya bagi orang² di kalangan ekonomi menegah ke bawah tapi ingin menampilkan, menikmati gaya hidup yang mewah). Meningkatnya bisnis prostitusi online. Banyaknya pasangan² muda yang membuang bayinya karena perasaan malu, takut belum terikat pada pernikahan atau sudah terikat pada pernikahan sah tapi tidak menghendaki kehadiran bayi di tengah² keluarga mereka sehingga bayi tersebut diarborsi/dibuang. Dan puncak dari jiwa² yang merana, kesepian, putus asa tersebut adalah ingin bunuh diri. Kita akan mendengar orang² yang menggantung diri di plafon kamar yang kemudian ditemukan satu atau dua hari, orang2 yang mrlompat dari atap/jedela apartemen atau menggantung diri yang dilakukan dalam siaran live di media sosial. Di sisi lain ada kasus bunuh diri yang terjadi karena kelalaian/kurang pertimbangan seperti dalam keadaan lelah/kurang istirahat kemudian memaksakan diri mengendarai sepeda motor/mobil/truk/menjalankan alat berat di pabrik sehingga terjadi kecelakaan di jalan atau dalam bekerja, termasuk anak² muda yang suka berenang di arus sungai yang deras/menghentikan truk secara tiba² di jalan demi membuat konten² yang menantang termasuk foto² selfie di daerah jurang/kawah gunung dan tempat² yang berbahaya demi mendapatkan banyaknya yang like, memberikan pujian/penghormatan/pengakuan dari netizen yang diungkapkan di kolom komentar atau mendapatkan keuntungan materi yang tidak sebanding dengan hampir mengorbankan nyawanya sendiri. Dan yang menyedihkan adalah kita akan melihat para remaja dan pemuda seringkali menyelesaikan masalah pribadi dengan menggunakan senjata tajam, baku hantam sampai mati atau menjadi terpuruk, kecewa, putus asa, depresi kemudian cenderung memilih mengakhiri hidup.
2. MELAKUKAN BERBAGAI TINDAK KEJAHATAN. Kita akan melihat anak² muda yang bersaing mengekspresikan pemikiran dan jiwa mereka yang liar dan jahat. Seperti keledai² liar yang sulit dikendalikan demikianlah anak – anak muda yang tidak didik orang tua, putus sekolah kemudian bergabung dengan komunitas² pengguna dan pengedar narkoba/pencuri kendaraan bermotor/penjudi/pemabuk/yang suka meneror, memukul, melukai orang lain dengan senjata tajam demi kesenangan² pribadi atau melampiaskan luka batinnya. Para penghutang berusaha meneror atau melukai para penagih hutang yang sedang menagih pembayaran yang telah melewati waktu yang ditentukan, meningkatnya pelecehan seksual dan pembunuhan terhadap anak² balita/remaja/gadis muda di sekolah² dan tempat² ibadah. Perdebatan dan perselisihan antar atau bahkan sesama agama, pendukung² capres 2023, pendukung elit² politik tertentu yang berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Tidak sedikit para mahasiswa dan buruh berpotensi dimanfaatkaan oleh pihak oposisi pemerintah untuk mengadakan demo besar²an dan membuat kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia. Kita akan mendapati para remaja dan pemuda cenderung melakukan kejahatan seperti membully, melecehkan, mencuri, menipu, merampok,membunuh demi memperoleh kesenangan sesaat dengan cara yang sadis.
3. GIAT MENDEKLARASIKAN JANJI² BERKAT DARI KITAB MASING² (TERMASUK UMAT TUHAN) DAN ORANG² YANG MEMILIKI ILMU KEBATINAN, AHLI SIHIR BERKOMPETISI MENGUNAKAN ILMU MASING² UNTUK MENCEGAH ATAU MENGHENTIKAN BENCANA ALAM, GONCANGAN EKONOMI DAN KEKACAUAN SOSIAL DI BANGSA INI. Kita akan melihat potensi gempa terjadi di sekitar pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, Papua. Sebagian daerah Jakarta akan tertutup oleh air. Orang² menjadi panik berusaha menyelamatkan diri beserta keluarga karena curah hujan yang lebat atau luapan sungai atau bendungan² di daerah² akan rusak sehingga banjir menghancurkan rumah, menghanyutkan harta benda mereka sampai menimbulkan korban jiwa lebih dari yang terjadi di tahun 2022. Inilah yang mendorong orang² giat belajar agama, membaca ayat², mendeklarasikan janji² dari kitab suci mereka masing² supaya dihindarkan dari malapetaka. Deklarasi² mereka tidak akan menghentikan bencana alam sebab iman kita kepada Tuhan didasarkan pada perkataan dan perbuatan kecuali pertobatan kita. Kita percaya akan janjiNya dan bentuk dari kepercayaan tersebut adalah dengan senantiasa mencari sampai menemukan serta hidup sesuai arahan/pimpinan Tuhan (hidup sesuai panggilan Tuhan). Murid² Kristus selalu melihat bagaimana Tuhan menggenapi janjiNya kepada murid²Nya untuk menjadi kekuatan dan penghiburan. Semua orang dapat mengklaim janji Tuhan tetapi kuasa, kekuatan, penghiburan dari janji²Nya hanya diberikan kepada orang² yang sedang melakukan kehendak/rencanaNya. Tuhan tidak akan memberikan janjiNya kepada para pemalas yang selalu ingin memanfaatkan Tuhan seperti suka beralasan, menunda bahkan menolak panggilanNya saat diminta membayar harga mengikuti Kristus. Akankah Allah yang MahaKuasa membiarkan dirinya dimanfaatkan dan dipermainkan oleh umatNya? Oleh karena itu khotbah², tulisan², kegiatan² rohani yang tidak mengarahkan kita menjadi murid² Kristus yang sejati merupakan bentuk² dari halusinasi atau kesesatan yang berusaha membodohi kita. Halusinasi dan kesesatan seperti tanaman beracun yang mampu membunuh kehidupan rohani kita atau membius kita untuk tinggal dan beraktivitas dalam sistem rutinitas agama. Bagaimana mungkin kita mempercayai janjiNya tapi enggan terhubung, enggan mengenali pikiranNya serta maksud hatiNya? Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan kita beribadah kepada Tuhan di hari minggu tetapi dihari lain mempraktekkan/mengikuti ritual² sihir? Akankah Tuhan memberkati dan memberikan pembebasan dan pemulihan kepada orang² yang menjadikan janji²Nya, kitabNya seperti kumpulan buku mantera² sihir untuk menghentikan bencana alam, kejahatan di bangsa ini? Tuhan melawan orang² yang dengan lidahnya menyembah Tuhan tetapi hati mereka selalu bergantung, berharap pada manusia serta mengandalkan kekuatannya sendiri seperti selalu menekankan bahwa Indonesia masih dalam keadaan baik² saja asalkan kepemimpinannya di tangan tokoh² nasionalis tertentu. Atau Ada pula yang menekankan bahwa pemerintahan di Indonesia sangat buruk, semakin terpuruk sehingga akan berganti menjadi sistem pemerintahan dalam bentuk kerajaan seperti yang mereka dengar dari para tua². Atau para pengkhotbah/pendoa yang menekankan fokus mempersiapkan diri pada pengangkatan, ajaran akhir zaman, menjaga hidup kudus tetapi mengabaikan peran dan fungsi kita selama hidup di dunia (seperti sifat dari garam dan terang adalah mempengaruhi sekitarnya). Inilah contoh² pemikiran² yang membuat kita tidak dapat melihat dengan jelas terkait peran/fungsi kita sebagai garam dan terang dunia. Bagaiama kita dapat menikmati janjiNya dan mempengaruhi dunia jika kita belum benar² menyediakan diri menjadi murid2Nya? Murid² Kristus yang sejati menyediakan diri untuk terus belajar jalan2Nya sehingga mengetahui posisi dan tujuan Tuhan, tipu daya iblis atas hidup kita. Tuhan menginginkan pelayanan dan kehidupan pribadi kita berdampak di alam rohani dan jasmani serta tidak memberikan janji, pengharapan, tujuan, ketenangan yang palsu kepada jemaat di tengah² kondisi politik yang memanas, goncangan ekonomi sebab potensi perang saudara sudah dihadapkan kita. Tuhan ingin kita mencegah atau meminimalkan dampak dari bencana alam, perang saudara di bangsa ini. Bukan dengan membiarkan bencana alam, perang saudara terjadi baru mengambil sikap introspeksi diri atau berpartisipasi dalam memperbesar perselisihan serta perang saudara di bangsa ini sebab kita dipanggil menjadi terang dan garam bagi dunia yang gelap.
Kita juga akan melihat orang² yang panik, tertekan, kuatir, takut berusaha mencari solusi atas tekanan hidupnya melalui permohonan doa kepada siapa pun yang dirasa dapat menolong, diskusi dengan paranormal/orang² indigo, bertapa di goa²/air terjun/makam tertentu. Mereka terus mencari petunjuk secara supranatural, mencari pusaka² yang dianggap dapat menolong. 
Kita juga akan melihat generasi muda tertarik membuat konten² pembuktian keberadaan roh jahat, mencoba bermain dengan roh² jahat di tempat bersejarah atau rumah kosong atau tempat yang dikabarkan terdapat gangguan² supranatural sehingga tidak sedikit yang akan mengalami kerasukan meskipun seakan² sudah dibebaskan dari roh jahat tapi hati dan pikiran mereka masih sering diganggu atau dikendalikan oleh roh² jahat. Masalahnya adalah roh² jahat tersebut akan menyamar sebagai roh pendamping yang baik. Inilah malaikat kegelapan yang menyamar sebagai malaikat terang. Tujuan dari roh² jahat tersebut adalah memberikan petunjuk/arahan yang membuat orang² percaya dan selalu menyimak, mengikut petunjuk dari roh² jahat seperti peristiwa si ular menipu Hawa di taman Eden.
Inilah faktor² yang sangat berpotensi merusak moral, mental, karakter bangsa ini.
Hardikan Tuhan yang melalui berbagai masalah, goncangan ekonomi, bencana alam, perang saudara mengarahkan kita untuk “bertobat, mencari dan hidup sesuai kehendak, rencanaNya” sebagaimana dalam 2 Tawarikh 7:14 yang perlu kita perhatikan dan praktekkan dalam hidup sehari².
Tuhan ingin kita tidak tinggal dalam halusinasi atau pemikiran yang sesat atau sekedar mengembangkan akal sehat sebagaimana orang² cendekiawan umumnya tetapi Tuhan ingin kita hidup sesuai pimpinan hikmatNya. Akal sehat saja akan tidak mampu mengatasi gelombang kesesatan dan kebodohan yang sedang menerjang bangsa kita. Keberadaan murid² Kristus seharusnya menyiratkan hikmat dari sorga yang akan memperbaiki kemerosotan moral, mental, karakter kepada orang² disekitar kita bahkan menyingkirkan kesesatan untuk mendatangkan kebenaran, menyingkirkan kebodohan untuk mendatangkan kepandaian serta kebijaksanaan.
Tuhan ingin kita belajar membedakan pemikiran/nasehat/petunjuk/solusi apakah berasal dari halusinasi, pemikiran yang menyesatkan, akal sehat, hikmat Tuhan. Proses pembelajaran ini hanya bisa dilakukan saat kita datang dalam hadiratNya lalu berkomitmen menyediakan untuk selalu belajar, mau diubah, dibentuk, diarahkan sesuai kehendak, rencana, panggilanNya.
Tuhan berharap kita tidak mengikuti sistem duniawi/agamawi yang cenderung mengejar kesibukan, rutinitas demi memperoleh kenyamanan, kemudahan hidup. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pendukung² buta manusia/doktrin agama/denominasi gereja sebab ketindukan kepada hal² di dunia tanpa disertai yang terutama tunduk kepada Kristus akan membuat kita mengulang tragedi mengerikan di masa lalu seperti kawanan domba di peternakan Istanbul, Turki yang pada tahun 2005 seekor domba terjun ke jurang diikuti ribuan domba² lainnya. Tuhan ingin kita bersekutu, mengenal dan mengikuti PribadiNya yang akan membawa kita dipadang rumput yang hijau dan aliran sungai yang jernih.
Orang² yang enggan mengubah diri dari pola pikir, sikap, kebiasaan hidup yang lama pada akhirnya akan diperhadapkan pada pilihan, antara lain : mengakhiri hidup atau melakukan berbagai tindak kejahatan (termasuk orang² yang telah berpartisipasi menjadi buzzer² pihak oposisi yang seringkali berlebihan dalam menekankan prestasi²/mencari² kesalahan atas tokoh² tertentu atau orang² yang benci terhadap pemerintah atau menjadi buzzer² yang bersifat pendukung² buta dari tokoh² tertentu sehingga tindakan kita cendering meninggikan seseorang lalu merendahkan tokoh² masyarakat lainnya. Dampak dari buzzer² penyebar hoax, pendukung² buta berpotensi menimbulkan perselisihan, kerusuhan bahkan tragedi pembantaian masal di berbagai daerah di Indonesia. Dampak dari orang² yang giat melakukan rutinitas agama bertahun² tetapi tidak mencari, tidak mengerti, tidak hidup sesuai kehendak, rencana, panggilan Bapa di sorga berpotensi mencampurkan antara ajaran Kekristenan dengan budaya setempat yang mempraktekkan sihir berpotensi memisahkan hubungan antara Tuhan dengan umatNya (termasuk hubungan pribadi kita dengan Tuhan), membuat perpecahan sesama anggota tubuh Kristus (karena perbedaan doktrin, fungsi dalam tubuh Kristus), tanpa disadari menjadi sarana untuk mengaburkan kehendak Tuhan tapi memperjelas kehendak dari penguasa kegelapan (seperti kanak² rohani yang cenderung mudah ditipu dan dimanfaatkan daripada orang² dewasa). Inilah kehidupan rohani seperti garam yang kehilangan rasa asin. Akankah kita membiarkan diri kita turut menghalangi kehendak Tuhan dan mendukung kehendak penguasa kegelapan atas bangsa ini?
Kita akan melihat pihak oposisi pemerintah memanfaatkan isu² negatif dari potensi resesi ekonomi untuk kemudian mengumpulkan massa, memprovokasi dan mengadakan kerusuhan bahkan berpotensi terjadi perang antar komunitas, antar suku, antar pendukung capres 2023. Dan upaya dari elit² politik yang saling menjatuhkan dan menunjukkan pengaruhnya akan berpotensi menimbulkan terjadinya kerusuhan, aksi balas dendam seperti penyerangan atau pembantaian terhadap antar agama, pendukung capres 2023, pendukung partai² politik,
Bangsa kita BERPOTENSI  MENGULANG sejarah yang kelam karena kita tidak benar² belajar, memperbaiki diri, menyelesaikan dan mengajarkan kepada para pemimpin di generasi muda terkait ketidakadilan, pembantaian, termasuk persaingan politik dengan cara² yang tidak sehat. Kita perlu belajar dari sejarah yang kelam untuk mengenali jati diri, kelemahan bangsa ini dan mengantisipasi atau meresponi berbagai hal yang buruk di masa kini dan mssa depan sesuai maksud hatiNya, pikiranNya bahkan hidup sesuai fungsi/peran/panggilanNya menghadapi berbagai goncangan atau potensi² krisis ekonomi atas bangsa kita (yang juga akan dihadapi bangsa² di dunia). Tuhan memanggil kita untuk mencegah bahkan menggagalkan pengulangan² sejarah berdarah atas bangsa kita. Oleh karena itu kita sedang diperhadapkan dua pilihan, yaitu : mencegah berbagai hal yang buruk atas bangsa kita dengan mengerjakan strategi Tuhan atau mengabaikan dan membiarkan berbagai hal yang buruk terulang kembali di masa kini. Pilihan dan sikap kita menentukan nasib bangsa kita!
Ancaman Resesi Ekonomi 2023 : Cara Tuhan memanggil, melatih, memperlengkapi kita menjadi murid² Kristus yang sejati
Tuhan sedang menggoncang kehidupan umatNya di seluruh dunia termasuk Indonesia dalam bentuk resesi ekonomi. Resesi ekonomi di tahun 2023 merupakan gelombang ombak yang kedua. Gelombang pertama adalah penyebaran virus covid 19 di berbagai daerah di Indonesia yang mendesak kita semua untuk tinggal di rumah sehingga kita memiliki lebih banyak waktu untuk memperbaiki atau mempererat hubungan antara kita dengan Tuhan, pasangan, anak², orang tua. Sayangnya hal ini tidak direspon atau belum dikerjakan dengan baik. Kita hanya berusaha kembali pada kebiasaan ibadah, hidup, berpikir, bersikap, melayani dengan pola² yang lama seperti orang Israel yang hendak membawa mental budak Mesir rohani ekonomi ke tanah Kanaan rohani. Hal ini membuat saya ingin menyelidiki lebih mendalam seperti mengapa Tuhan memilih menggoncang  bangsa²(termasuk bangsa kita) lebih dari satu gelombang? Dan jawaban Tuhan benar² membuka/memperjelas pikiran saya sekaligus meremukkan hati. Seperti seorang bapa yang mengetuk pintu hati kita tetapi kita hanya mengintip dari balik pintu dan membuka pintu sebatas rantai pengunci pintu. Kira belum benar² membuka dengan lebar pintu hati kita kepada Tuhan tetapi di sisi lain kita membiarkan perampok melubangi tembok rumah kita untuk kemudian mengambil barang² dari dalam rumah kita. Para pencuri tersebut bisa mengambil, merusak perabotan rumah bahkan melukai atau membunuh kita. Akankah Bapa di sorga membiarkan anak²Nya dirampok, dilukai, dibunuh oleh para perampok tersebut? Gelombang kedua ini merupakan desakan Tuhan untuk menyadarkan, mendidik, melatih, memperlengkapi bahkan membuat kita bertumbuh dalam panggilanNya. Kita tidak boleh menjadi kanak² rohani selama bertahun². Tuhan menjelaskan bahwa oleh karena kekerasan hati kita yang bersikap seperti kanak² rohani yang hanya peduli mengerjakan sistem atau rutinitas yang agamawi atau duniawi, kita sangat giat mengerjakan kepentingan² pribadi dan tidak benar² peduli akan maksud hati/pikiranNya. Kita beribadah setiap minggu di gereja tapi tidak benar² berkomunikasi dua arah secara pribadi denganNya sebagaimana peran anggota tubuh yang terhubung dengan kepala. Kita membaca Alkitab tapi tidak benar² mengerti harapan, kehendak, rencana, panggilanNya atas hidup kita secara pribadi. Kita giat mendengarkan khotbah² tetapi masih kebingungan/kesulitan dalam menyelesaikan berbagai masalah/tantangan dalam hidup pribadi. Kita giat memuji Tuhan tapi enggan menyediakan diri untuk belajar bahkan enggan mengabdikan diri melakukan kehendakNya serta enggan menderita bagi Tuhan. 
Memasuki awal Oktober 2022 Tuhan telah menjelaskan bahwa dibalik ancaman resesi ekonomi tahun 2023 dimaksudkan Tuhan untuk : 
Pertama, menggoncang, menempelak, menyadarkan, membebaskan jiwa² yang keras hati dan bodoh karena  pengaruh dari agamawi dan duniawi diubah menjadi lemah lembut, mau diajar, dibentuk, diubah, diarahkan sesuai kehendak, rencanaNya. Oleh karena itu penting sekali untuk kita mau menyediakan untuk introspeksi diri atau menguji segala sesuatu dengan jujur.
Kedua, memanggil umatNya untuk selalu percaya, mengandalkan dan bergantung pada Tuhan. Hal ini ditandai dengan menyediakan diri untuk  mencari, menyelidiki, mendiskusikan maksud hati/pikiranNya sampai beroleh solusi/arahan/petunjuk yang jelas dari Tuhan.
Ketiga, memanggil, melatih, memperlengkapi, mengarahkan umatNya menjadi murid² Kristus yang sejati sebagaimana panggillan Kristus datang kedunia untuk melakukan kehendak Bapa di sorga maka kita akan memperjelas kondisi kehidupan rohani umatNya, tipu daya iblis dan yang utama kehendak Bapa di sorga. Demikianlah keberadaan kita hendak dipakai Tuhan untuk
a. Menyingkapkan dan mematahkan pembenaran² diri sehingga kita dapat menilai diri dengan tepat.
b. Menyingkapkan dan mematahkan berbagai halusinasi, kesesatan dari iblis dalam pikiran orang² 
c. Dan yang utama adalah memperjelas maksud hati/pikiranNya kepada umatNya sesuai arahan Roh Kudus supaya umatNya beroleh arahan/petunjuk mengikuti Kristus, keluar dari masa kekelaman dan mengarahkan bangsa ini sesuai takdirNya.
Ketiga poin diatas sebaian besar menunjukkan bahwa hari² ini tidak banyak orang benar² mau mendengarkan dan meresponi maksud hatiNya! Adakah kita mau meresponi panggilanNya. Anehnya banyak orang merasa telah berada dalam kehendak, rencana Tuhan berdasarkan rajin beribadah, aktif dalam pelayanan. Bagaimana orang² yang tidak tahu kehendak, rencana, panggilan Tuhan atas hidupnya dapat merasa atau berpikir dirinya adalah seorang murid² Kristus? PEMIKIRAN INI HANYA ADA DALAM PIKIRAN ORANG² YANG SEDANG MABUK ROHANI YANG MEMILIKI CIRI² SEPERTI SELALU MERASA DIRINYA PALING BENAR DAN BAIK DARIPADA ORANG LAIN. ORANG² YANG MABUK ROHANI SUKA MENINDAS ORANG LAIN TANPA MERASA MENINDAS, TIDAK BENAR² MENGERTI PERBEDAAN ANTARA HALUSINASI, RENCANA IBLIS, MKEHENDAK/RENCANA/PANGGILAN TUHAN TETAPI MERASA DIRINYA LAYAK MENJADI PENGAJAR/PEMBIMBING/PEMIMPIN ROHANI, TIDAK MENGERTI CARA MEMPRAKTEKKAN PRINSIP² KEBENARAN TETAPI INGIN BERKHOBAH KEPADA JEMAAT. Akankah Bapa kita di sorga membiarkan diri kita terpuruk, dipengaruhi oleh agamawi, duniawi sihir dll? Tuhan hendak menyadarkan kita melalui potensi resesi ekonomi, potensi kerusuhan, potensi bencana alam dll.
Keadaan kehidupan rohani umat Tuhan di Indonesia di tahun 2023
Memasuki bulan November 2022 Tuhan menjelaskan dengan nada prihatin bahwa kondisi kehidupan rohani umat Tuhan di Indonesia secara umum terpuruk dalam 3 hal, antara lain,
PERTAMA, orang yang sedang mabuk oleh anggur duniawi atau agamawi sehingga kehilangan kesadaran (tidak mengerti posisi rohani, kehendak/rencana Tuhan, tipu daya iblis), mudah emosional, tidak dapat menguasai diri seperti mabuk akan agama, mabuk terhadap kekayaan materi, mabuk akan pujian/pengakuan dari manusia, mabuk dengan banyaknya follower, mabuk akan ilmu pengetahuan, mabuk terhadap pengaruh/perhatian/kebaikan /penerimaan/kenyamanan hidup para elit politik/tokoh² agama/artis²/pengusaha² tertentu dsb
KEDUA, bahkan kondisi kita lebih parah, bukan sekedar mabuk tapi juga menggunakan narkoba rohani seperti memiliki ketergantungan/kebiasaan terus mencari/mengumpulkan/mendapatkan data²/info²/ajaran² yang dapat memberikan pujian, penghargaan, keuntungan materi, pembenaran diri, menghakimi/menyalahkan kegagalan pribadi kepada orang lain. Semuanya dicari melalui khotbah, nubuat, penglihatan, kutipan dari pendeta terkenal yang berisi berkat/janji Tuhan/kata² motivasi.
Saat kita terlalu sibuk membenarkan diri, menghakimi/menyalahkan orang lain maka kita akan kehabisan waktu untuk mengevaluasi diri, tidak ada waktu untuk belajar, pikiran penuh dengan rencana²/kehendak pribadi, tidak ada (atau minim) pemikiran untuk mengubah, mengembangkan diri serta mempengaruhi orang² di sekitar kita menjadi murid² Kristus yang sejati. 
KETIGA, Dan dalam keadaan kehilangan kesadaran (tidak mengerti posisi rohani, kehendak/rencana Tuhan, tipu daya iblis), mudah emosional, tidak dapat menguasai diri, suka berhalusinasi atau memikirkan berbagai hal yang sesat. Kondisi ini diperparah dengan perjalanan rohani kita di dalam goa yang memiliki banyak lorong, jebakan dll. Saat ini kita sedang berada dalam situasi yang penuh kekacauan, kejahatan, tipu daya iblis dan Tuhan sedang mendesak kita untuk segera sadar, bangkit, mempersiapkan dan memperlengkapi diri untuk menghadapi situasi yang sulit ini bersama Tuhan. Salah satu persiapan yang perlu kita lakukan hari² ini adalah membedakan antara yang berhalusinasi atau menggunakan akal sesat dengan yang menggunkan akal sehat dan hikmat Tuhan. Kesalahan dalam memilih pesan² rohani, bapa rohani atau keengganan untuk bangkit mencari, menyelidiki, hidup dalam kebenaran yang sejati akan membuat bangsa kita mengulang sejarah kelam untuk terjadi kembali di masa kini.
Hati Tuhan benar² gelisah melihat kita memasuki masa kegelapan di tahun 2023 dengan kondisi mental, moral, karakter yang sedang terpuruk mengikuti sistem rutinitas agamawi atau duniawi bahkan memilih makan² rohani yang bisa menyenangkan hati/telinga rohani kita yang kanak² rohani. Singkatnya, kita benar² tidak ingin mendengarkan arahan/petunjuk dari sorga tetapi sibuk mengerjakan kehendak, rencana pribadi. Tuhan akan menggoncang perekonomian, perpolitikan, keadaan sosial disekitar kita, kerusuhan, banjir, gempa di kota² besar, kematian dari orang² yang terpampak dari kerusuhan serta bencana alam. Tuhan hendak menyadarkan dan menghentikan segala perbuatan bodoh kita untuk kemudian mengerti posisi rohani pribadi, tipu daya iblis dan tujuan Tuhan. Mengubah diri kita dari pendukung² buta diubah menjadi murid² Kristus yang sejati.
Harapan Tuhan kepada umatNya dalam menghadapi masa kegelapan di tahun 2023 : potensi resesi ekonomi menjadi krisis ekonomi, suasana politik yang memanas, krisis kerukunan antar agama/politik/ras
Kita akan melihat mahasiswa, buruh, komunitas² kembali turun ke jalan lagi supaya pemerintah segera mengatasi kenaikan upah pekerja buruh, mengendalikan harga sembako di daerah² atau menyerukan pemerintah mundur dari jabatannya seperti yang pernah terjadi 10 Mei 1963 di Bandung. Demo² akan di mulai di Jakarta dan dilanjutkan di berbagai kota besar di Indonesia. Yang perlu menjadi fokus perhatian kita adalah kita tidak meresponi kekacauan, kejahatan, keterpurukan mental/moral/karakter dibangsa ini dengan takut, kuatir, panik, bingung, emosional tetapi menyediakan diri untuk  introspeksi diri, menguji segala sesuatu, belajar mengenali dan membedakan antara yang sedang berhalusinasi atau menggunakan akal sesat dengan yang menggunakan akal sehat serta yang menggunakan hikmat Tuhan
Kita tidak cukup mengatasi tantangan dan masalah di tahun 2023 hanya menggunakan akal sehat sebagaimana yang dilakukan orang² dunia umumnya tetapi Tuhan memanggil kita untuk menghadapi goncangan² yang berpotensi menjadi krisis sesuai  dengan hikmat Tuhan (memiliki solusi² dan pemikiran yang tepat seperti Kristus).
Faktor penting menghadapi tahun 2023
1. Introspeksi dengan jujur, bukan menipu diri atau merasa diri sudah benar.
Introspeksi diri dengan jujur merupakan landasan awal yang sangat penting dalam hidup kita seperti wadah dari lilin yang sedang menyala terang, menyinari sekitar kita berdiri. Artinya Roh Kudus akan mengajar, membimbing, memimpin orang² yang mau bersikap jujur, diajar, diubah, dibentuk dan diarahkan Tuhan. Sebaliknya, orang² yang suka mencari alasan² pembenaran diri, membanggakan diri akan berjalan, kakinya tersandung, terpeleset bahkan terperosok dalam kegelapan, tidak tahu arah dan tujuan.
2. Selalu belajar dan memperbaiki diri sesuai kehendak, rencana Tuhan.
Saat kita memfokuskan diri untuk belajar dan memperbaiki diri maka tidak memiliki waktu untuk membenarkan, memegahkan diri atau merendahkan orang lain demi memperoleh penghargaan/pujian/pengakuan dari orang² terkait kemampuan, kepandaian, perbuatan baik pribadi, dirinya atau komunitasnya yang lebih dipenuhi kuasa Tuhan daripada gereja² lain. Kita akan menghabiskan waktu untuk merenung, berdiskusi untuk memperjelas proses, arah, tujuan, maksud hati/pikiran Tuhan atas hidup kita.
3. Bergantung sepenuhnya kepada Tuhan 
Salah satu tanda kita bergantung pada Tuhan adalah dengan senantiasa merendahkan diri, mau belajar, merenungkan maksud hati/pikiranNya dan mengikuti arahan Tuhan dalam menghadapi berbagai masalah, tantangan hidup sehari²
KESIMPULAN
Berbagai bencana alam seperti gempa, banjir, pembunuhan, perampokan dan hal² yang jahat termasuk resesi ekonomi, perang saudara sudah dihadapan kita. Akankah kita membiarkan tragedi berdara mei 1998 terulang kembali di tahun ini dan tahun² selanjutnya? Dapatkah kita tenang melihat jiwa²(orang² dekat atau keluarga) bunuh diri, menjadi korban kejahatan bahkan menjadi korban perang saudara? Kita bisa memilih untuk menghentikan, meredam malapetaka yang akan terjadi di bangsa ini atau membiarkan sampai hal² yang buruk digenapi dulu atas bangsa ini baru bertobat.  
Tuhan ingin kita melatih, mengubah bahkan mengembangkan, mempersiapkan diri kita untuk bertahan dan meredakan goncangan² yang dapat menjadi krisis di berbagai sektor kehidupan kita. Sebab hanya murid² Kristus yang beroleh anugerah untuk mengetahui maksud hati/pikiranNya, bahkab dimampukan menjalankan fungsi dan peran kita sebagai anggota tubuh Kristus. Sungguh Tuhan rindu menghentikan bencana alam, membawa bangsa kita keluar dari tepi jurang resesi ekonomi, meredam perpecahan sebelum pilpres 2024 di bangsa ini asalkan umatNya mau menjadi murid²Nya dan teladan untuk menunjukan takdir bangsa ini kepada orang² disekitar kita.
Jadi, pastikan langkah kaki kita sedang menyambut dan mengerjakan panggilan Tuhan dan mengubah bangsa ini sesuai panggilanNya. Akankah kita membiarkan bangsa kita terpuruk atau dituliskan Tuhan?
“Sesungguhnya Aku akan menjaga, melindungi, membela, memberikan kelegaan kepada mereka yang percaya, berharap, hatinya melekat kepadaKu seperti gembala yang selalu menjaga kawanan domba²nya demikianlah Aku akan menjaga, melindungi, membela hidup mereka. 
Aku akan menggendong, memimpin, membimbing langkah mereka melewati lembah yang gelap untuk menemukan padang rumput yang lebih segar dan pemandangan yang lebih indah diatas bukit melewati lembah yang gelap. Demikialah Aku akan menyingkapkan rahasia kehendakKu kepada mereka yang menginginkan dan menyediakan diri untuk belajar, diubah, dibentuk, diarahkan sesuai kehendak BapaKu di sorga. Dengan cara demikianlah Aku akan membuat terang kemuliaanKu bersinar semakin terang dalam kehidupan murid²Ku di bangsa ini. Kegelapan tidak akan menguasai, menyesatkan atau membuat kaki mereka terpeleset sebab Aku tinggal dan berkarya melalui hidup mereka. Aku akan menjadikan murid²Ku menjadi saksi²Ku dan mempengaruhi arah pemerintahan bangsa ini menuju jati dirinya, menjadi bangsa yang berhikmat.”
(Perspektif profetik 2023 terkait janji Tuhan bagi murid² Kristus di Indonesia)
CATATAN : Bagi rekan² yang rindu berdiskusi untuk mempersiapkan diri menghadapi goncang² di masa depan dapat bergabung bersama kami dalam podcast di komunitas kami yang juga akan kami bagikan linknya di www.worshipcenterindonesia.blogspot.com atau www.worshipcenterindonesia.com

MIMPI IBADAH DUKA KELUARGA

Oleh : Sery M.

Dalam mimpi ini saya mendapatkan informasi bahwa akan diadakan ibadah kedukaan atas meninggalnya oma dari suami saya.
Tetapi saya mengetahui bahwa pihak keluarga tidak mau mengundang kami dalam ibadah tsb.
Namun kemudian saya seperti tetap dapat melihat sekaligus mendengarkan saat ibadah tsb sudah berlangsung, tapi yang mengherankan adalah dari pihak keluarga justru menyanyikan lagu Natal dalam ibadah duka tsb.
Saya bertanya mengapa mereka menyanyikan lagu yang tidak cocok dengan acaranya?
Tapi mereka justru membanggakan diri, dan mengatakan bahwa yang penting mereka sudah mengadakan ibadah, soal lagunya seperti apa itu tidak penting.
Saat mereka bersikap seperti itu, dalam hati saya berkata, “Demikianlah sikap orang² yang agamawi saat mereka beribadah”.

MAKNA MIMPI :

Mimpi ini menjelaskan tentang sikap hati orang² yang hanya sekedar melaksanakan kewajiban agama, mengikuti berbagai aktivitas, acara atau kegiatan² rohani dan perbedaannya dengan sikap hati yang dikehendaki Tuhan (sikap hati murid² Kristus).
Orang yang agamawi menganggap dirinya sudah melakukan kehendak Tuhan, asalkan mereka rajin beribadah dan mengikuti berbagai kegiatan yang bersifat rohani atau program di gereja. Mereka tidak peduli untuk mencari tahu terlebih dahulu isi hati Tuhan (kerinduan-Nya, kehendak-Nya, dan rancangan-Nya) sebelum kemudian melakukan sesuatu bagi Dia.

Ini sebenarnya menunjukkan sikap yang sok tahu, dan merasa sudah paham tentang kehendak Tuhan, yang tak lain adalah wujud kesombongan yang terkandung dalam hati manusia.
Sikap hati yang demikian sangat tidak disukai oleh Tuhan, dan akan membuahkan pekerjaan serta rancangan yang meleset jauh, bahkan tidak kena mengena dengan kehendak Tuhan yang sejati. Alih-alih membuat Tuhan bersukacita, sikap hati dan tindakan yang meleset dari kehendak Tuhan ini justru menimbulkan sakit hati, dukacita bahkan murka-Nya atas orang² yang dengan sesuka hati memberikan persembahan yang tidak disukai-Nya.
Tindakan semacam ini bahkan dapat dikategorikan sebagai pelecehan dan sikap yang kurang ajar terhadap Tuhan.
Kekesalan hati Tuhan tampak dalam gambaran bahwa orang² itu justru menyanyikan lagu Natal, lagu kegirangan, lagu kegembiraan di saat mereka seharusnya sedang berdukacita dan meratapi kehilangan anggota keluarga yang dikasihi.
Perbuatan yang tidak sesuai dan tidak pada tempatnya ini seharusnya menimbulkan sakit hati dan protes dari keluarga yang ditinggalkan, tetapi dalam mimpi ini yang melakukan kekeliruan justru adalah anggota keluarga yang sedang berduka itu sendiri.
Sikap ini menunjukkan tidak adanya kasih, kepedulian dan ketulusan terhadap sesama anggota dalam keluarga. Sesama anggota keluarga seharusnya saling memperhatikan, turut merasakan dan menanggung beban yang dialami oleh anggota keluarga yang lain.

Dalam hal ini, Tuhan menyatakan bahwa kita adalah ANGGOTA KELUARGA-NYA. Namun selanjutnya Tuhan mengatakan bahwa Ia tidak dianggap oleh anggota keluarganya sendiri. Tuhan diperlakukan seperti orang yang sudah mati, yang tidak dapat mengetahui apa yang diperbuat orang terhadap diri-Nya. Sedangkan Ia melihat, Ia merasakan, Ia mengetahui segalanya, dan Ia mengenal hati manusia. Ia menyaksikan sendiri betapa Ia tidak dihormati, tidak dipedulikan, tidak diijinkan untuk ambil bagian dalam pekerjaan dan rancangan yang bahkan mengatasnamakan diri-Nya sendiri!

Orang² yang sekedar melakukan acara, aktivitas dan kegiatan² yang bersifat rohani seringkali berkata bahwa semua yang mereka lakukan itu hanyalah bagi Tuhan dan untuk menyenangkan Tuhan, namun yang sebenarnya mereka tidak mengijinkan Tuhan terlibat di dalam-Nya, mereka merancang sesuka hatinya dan mengerjakan semuanya dengan cara² mereka sendiri.
Mereka memperlakukan Tuhan seperti seseorang yang telah mati. Sungguh sikap dan tindakan yang kurang ajar terhadap Tuhan!

Bagaimanakah cara kita memperlakukan Tuhan selama ini?
Jika terhadap sesama anggota keluarga secara lahiriah saja sikap yang demikian tidak pantas dilakukan, apalagi terhadap Tuhan.
Tuhan yang posisinya jauh lebih tinggi mengatasi kedudukan kita, tidak boleh diperlakukan sesuka hati dan semau kita sendiri!

Tuhan ingin umat-Nya belajar menjadi anak² yang tahu menempatkan diri di hadapan-Nya. Tuhanlah yang memimpin, yang merancang, yang menentukan, yang mengarahkan, dan yang mengerjakan tujuan dan maksud-Nya di dalam dan melalui umat-Nya, bukan sebaliknya.

Marilah kita bertobat dari sikap yang kurang ajar terhadap Tuhan. Sebab apakah yang akan diterima oleh seorang anak yang kurang ajar dari ayahnya?
Bukan belaian dan sentuhan yang lembut, melainkan teguran, hardikan, peringatan, bahkan tongkat pendisiplinan agar ia bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya yang kurang ajar itu.
Sebaliknya, Tuhan suka kepada anak² yang dengar-dengaran kepada suara-Nya, yang mencondongkan hatinya untuk mendapatkan petunjuk, arahan dan didikan-Nya. Mereka itulah yang akan dapat mengenali apa yang sebenarnya diinginkan hati Tuhan. Dan Tuhan pun berkenan untuk menyertai dan memberkati apa yang mereka kerjakan, sebab mereka sedang mengerjakannya sesuai dengan perintah, kehendak dan isi hati-Nya.

Yesaya 29:13-16 (FAYH) 
Maka Tuhan berfirman, “Bangsa ini mengatakan bahwa mereka milik-Ku, padahal hati mereka jauh dari Aku dan mereka tidak menaati Aku. Ibadah mereka hanya merupakan kata-kata yang dihafalkan tanpa dimengerti, yaitu ajaran manusia semata-mata.
Maka Aku akan mengadakan pembalasan yang menakjubkan terhadap orang-orang yang suka berpura-pura ini. Aku akan membuat para penasihatnya yang paling bijaksana sekalipun seperti orang-orang yang dungu. “
Celakalah orang-orang yang berusaha menyembunyikan rencana mereka terhadap TUHAN, yang mencoba menutup-nutupi apa yang dilakukan mereka dari mata TUHAN! “Allah tidak dapat melihat kita. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi! ” kata mereka.
Mereka memutarbalikkan kenyataan. Betapa bodohnya mereka! Bukankah Penjunan lebih berkuasa daripada kamu, bejana-bejana buatan-Nya? Apakah kamu akan berkata kepada-Nya, “Bukan Engkau yang membuat kami”? Pantaskah bejana berkata kepada pembuatnya, “Engkau tidak tahu apa-apa”?

Hendaknya setiap kita yang telah menjadi anggota keluarga Allah senantiasa menyelidiki hati dan hidup kita di dalam terang Roh Tuhan.

Adakah kita selama ini berusaha mencari tahu terlebih dahulu kehendak dan pimpinan Tuhan sebelum merancang, mengadakan atau mempersembahkan suatu ibadah, pelayanan bahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan?

Adakah kita mengenal hati Tuhan dan turut merasakan apa yang sedang Ia pikirkan dan rasakan hari-hari ini terhadap kondisi umat-Nya, gereja-Nya dan kondisi bangsa-bangsa?

Apakah kita mengerti dan dapat melihat dengan jelas apa yang sedang Tuhan rancangkan dan hendak kerjakan di tengah dunia ini dan memberi diri untuk terlibat didalamnya?

Jika kita yang mengaku sebagai anak²-Nya, tidak memberi perhatian pada apa yang ada di dalam hati Bapa kita yang kekasih, siapakah yang akan memberikannya?
Siapakah yang akan mempedulikannya?
Kepada siapakah Ia dapat mencurahkan isi hati-Nya?

Mendengar untuk MENGERTI HATI-NYA, dan mendengarkan untuk MENAATI-NYA adalah sikap yang dicari-cari oleh Tuhan dalam diri anak²-Nya.
Marilah kita merespon kerinduan dan pernyataan isi hati Tuhan ini dengan kesediaan untuk MENINGGALKAN setiap RANCANGAN, CARA² maupun SELERA kita sendiri yang sejatinya tidak akan pernah berhasil untuk menyenangkan hati Tuhan, dan menghampiri takhta kasih karunia-Nya dengan rendah hati untuk MEMUSATKAN HATI dan HIDUP kita untuk MENCARI, MEMINTA, bahkan MENGEJAR sampai kita menangkap dengan jelas pengertian tentang KEHENDAK, RANCANGAN dan ISI HATI TUHAN, untuk kemudian MELAKSANAKANNYA DENGAN TEPAT sebagaimana yang dikehendaki-Nya.

Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai saudara².
Amin 🙏🙏

SENJATA KELEMAHLEMBUTAN

Oleh : Rick Joyner

      Yesus berkata “Pikullah kuk-Ku dan belajarlah pada-Ku, karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati…” (Matius 11:29). 

Sungguh hal yang luar biasa bahwa hal pertama yang Yesus katakan untuk perlu kita pelajari dari-Nya adalah kelemahlembutan.  Ini menjadikan kelemahlembutan menjadi prioritas yang tinggi, dan kita harus berusaha mengetahui definisi kelemahlembutan-Nya.

      Kita sering berpikir kelemahlembutan sebagai semacam sikap sopan santun, atau jenis tindakan kehati-hatian seperti kemampuan menggendong bayi burung dan tidak melukainya. 
Kita dapat melihat kelembutan di dalam Yesus saat Dia menyembuhkan orang sakit, saat Dia mengajar dan memimpin mereka yang seperti domba tanpa gembala, saat Dia merangkul anak-anak kecil kepada diri-Nya.  Tetapi, apakah Dia juga bersikap lembut saat mengusir para penukar uang keluar dari bait suci?  Atau ketika Dia menghadapi orang Farisi karena kemunafikan mereka?

      Kita harus menyimpulkan bahwa Dia lemah lembut bahkan dalam situasi seperti itu, tetapi bagaimana bisa begitu? 

Dalam Roma 11:22 kita dinasihati untuk “memperhatikan kebaikan (kemurahan) maupun kekerasan Tuhan.”  Tuhan itu baik sekaligus keras.  Dia bukan salah satunya di hari ini dan menjadi salah satu yang lainnya di hari berikutnya, tetapi Dia baik dan kertas di sepanjang waktu.  Kebaikan-Nya tidak meniadakan kekerasan sifat-Nya, dan kekerasan-Nya juga tidak meniadakan kebaikan-Nya.  Kekerasan sifat-Nya adalah bagian dari kebaikan-Nya, dan kebaikan-Nya itu keras.

      Apakah kita dapat menerima ini terkait kondisi diri kita atau tidak, kita semua kadang-kadang mencoba untuk menjadikan Tuhan supaya sesuai dengan citra diri kita.  Anggapan tertinggi manusia adalah berpikir bahwa Tuhan itu berpikir seperti halnya kita berpikir.  Namun, cara Tuhan jauh lebih tinggi daripada cara kita.

Ketika kita membaca bahwa Dia adalah Tuhan yang cemburu misalnya, kita sering menghubungkannya dengan kecemburuan manusia yang sifatnya egois dan menakutkan.  Bukan demikian kecemburuan Tuhan, tapi kecemburuan-Nya itu untuk kepentingan kita, dan demi kemuliaan dan kekudusan-Nya.  Ini bukan hanya untuk mempertahankan aspek-aspek sifat-Nya saja, tetapi ini adalah dasar kebenaran dan kehidupan.  Kita bahkan diberitahu bahwa Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah melalui kuasa dan kebangkitan oleh “Roh kekudusan” (lihat Roma 1:4).

      Bagaimana perlakuan Tuhan terhadap para penukar uang dan teguran-Nya terhadap orang Farisi dapat menjadi manifestasi dari kelembutan-Nya? 
Bandingkanlah bahwa Elia memanggil api turun membakar para tentara hanya karena menghinanya. Tetapi pada saat Yesus, ini adalah penghinaan terhadap bait Tuhan, dan Putra Tuhan sendiri yang jauh lebih menyakitkan hati daripada apa yang dilakukan terhadap Elia.  Mengingat sejumlah tindakan Tuhan sebelumnya kepada orang-orang fasik, kita harus memandang bahwa tanggapan Yesus kepada para penukar uang dan orang Farisi sebagai sangat ringan dan lembut.

       Kecenderungan manusiawi kita adalah memiliki pemikiran dualistik yang cenderung mempersepsikan sesuatu dalam bentuk-bentuk yang ekstrim.  Jadi, kita dapat memperhitungkan suatu jenis perilaku sebagai suatu kebaikan atau sebagai kekerasan secara tepat dan benar jika kita mempertimbangkan latar belakang dan waktunya.  Bagaimanapun besarnya seorang nabi yang hebat seperti Elia, dia bukanlah Anak Allah, dan jika dibandingkan, Yesus telah sangat bermurah hati kepada mereka yang menyerang dan menghina Dia.

      Ada aspek lain dari kelembutan yang sering kali adalah suatu peragaan luar biasa dari karakter yang mulia — sikap membawa diri dengan baik atau memperlakukan orang lain dengan baik (good manner).  Inilah sebabnya mengapa mereka yang memiliki sopan santun disebut “gentlemen” atau “gentle ladies”.

Tata krama pada dasarnya adalah cara kita menghormati dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.  Itu semua menjadi sangat langka pada saat sekarang ini sehingga ketika sikap tersebut terlihat, itu akan tampak jauh lebih menonjol, yang akan membedakannya sebagai orang-orang yang memiliki roh yang berbeda. 

Karena Tuhan berkata bahwa ketika kita memperlakukan bahkan yang paling kecil dari umat-Nya, Dia akan menganggapnya sebagai cara kita memperlakukan-Nya;  kita harus memperlakukan setiap orang dengan rasa hormat dan sikap tertinggi.

      Sepertinya dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih lembut dan bersahabat jika berperilaku yang baik dianggap sebagai perilaku yang esensial.  Rusaknya perilaku di Amerika sejalan dengan cara orang-orang Amerika membiarkan Tuhan disingkirkan dari budaya Amerika, untuk kemudian digantikan dengan meningkatnya rasa tidak hormat dan intoleransi terhadap orang lain, yang kemudian kini meningkat menjadi kemarahan dan kekerasan.

      Menjadi benar-benar lembut tidak berarti bahwa kita menjadi orang yang pemalu, yang enggan berbicara terus terang serta apa adanya. Yesus tidak demikian, tetapi dengan berani Ia menentang para penuduh-Nya, menyebut mereka munafik, sampai tiba waktunya untuk Ia disalibkan.  Di saat itu, Dia berdiri tanpa sepatah katapun di depan mereka. 

Karena nasihat-Nya adalah untuk belajar dari-Nya, kita juga harus ingat bahwa ada waktu untuk perdamaian dan ada waktu untuk perang (lihat Pengkhotbah 3), ada waktu untuk menanggapi tuduhan dan penentang, dan ada waktu untuk tidak menanggapi.

Bahkan ketika tiba saatnya untuk menghadapi penentang kita, kita harus ingat bahwa kita adalah putra dan putri Raja, dan kita harus bertingkah laku sesuai martabat dan kehormatan sebagaimana yang dimiliki mereka yang berasal dari keluarga Tuhan.

Diterjemahkan secara bebas dari https://publications.morningstarministries.org/word-for-the-week/weapon-gentleness

DIPANGGIL TUHAN MENGUBAH ATMOSFER ROHANI

Oleh Didit

Beberapa hari ini Tuhan memperlihatkan awan gelap telah menutupi langit di atas bangsa kita. Ada pun seberkas cahaya juga menembus awan² yang gelap tersebut. Berkas² cahaya tersebut ternyata melingkupi, menerangi, melindungi, membimbing kehidupan orang² yang takut akan Tuhan seperti lampu sorot di teater yang menyinari para penampil. Meskipun demikian, kegelapan langit atau atmosfer di Indonesia tertutup tembaga bahkan tanah menjadi besi (seperti dalam Ulangan 28:23). Tidak ada berkat. Tidak ada pemulihan atas bangsa ini sampai ada umatNya mau menjadi murid² Kristus yang sejati. Dan kehidupan murid² Kristus yang sejati akan menghancurkan tembaga yang menutupi langit, membuka pintu sorga sehingga bangsa kita dilimpahkan kebaikan Bapa di sorga.

Beberapa hari ini Tuhan memperlihatkan awan gelap menutupi langit di bangsa ini bahkan ada pun awan² yang gelap tersebut ditembus beberapa cahaya dari langit ke atas orang² yang takut akan Tuhan tetapi kegelapan menguasai sebagian besar atmosfer rohani di bangsa ini. Lalu Tuhan menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan awan gelap menyelimuti bumi seperti langit yang menjadi tembaga menggambarkan musim kemarau rohani yang hebat dan berdampak pada kesehatan jiwa, mental, kinerja jiwa², termasuk respon terhadap bencana alam, berbagai masalah,  jasmani disebabkan umatNya tidak lagi mencari, kurang menyelidiki, belum sepenuhnya hidup sesuai dengan ketetapanNya. Salah satu penyebab utama yang menjadikan langit menjadi tembaga adalah dari gaya hidup, pemikiran, sikap hati kita yang mengikuti kebiasaan hidup orang² duniawi atau agamawi. Orang² yang memberi diri untuk  hidup dibawah pengaruh/memberikan pengaruh yang agamawi atau duniawi, bukan dari sorga berpotensi menjadi bagian yang memperkuat langit atau atmosfer di Indonesia tertutup tembaga bahkan tanah menjadi besi (seperti dalam Ulangan 28:23). Tidak ada berkat. Tidak ada pemulihan atas bangsa ini sampai ada umatNya mau menjadi murid² Kristus yang sejati. Dan kehidupan murid² Kristus yang sejati akan menghancurkan tembaga atas armosfer langit, membuka pintu sorga sehingga bangsa kita dilimpahkan kebaikan Bapa di sorga.

Alasan kita tinggal  di masa kini adalah bukan mengabaikan, bukan menghindari tetapi kita perlu meratap, mendoakan bahkan menjadi teladan, agen, saksi Kristus supaya menolong jiwa² tidak lagi hidup dalam kendali, pengaruh duniawi atau agamawi yang dapat membinasakan tetapi beroleh persekutuan, pengenalan akan Tuhan bahkan hidup sesuai kehendak, rencana, panggilanNya

Kita perlu melepaskan segala dosa, kebiasaan² buruk, agenda² pribadi dalam diri kita untuk kemudian terhubung dengan Tuhan dan mengabdikan diri menjadi saksiNya atas keluarga, kota, bangsa kita seperti kebutuhan ranting untuk melekat dan menyerap sari² makanan dari pokok anggur demikianlah hubungan kita dengan Tuhan

HIKMAT DAN KUTUPAN

Kutipan dari Rick Joyner dari buku “Hidup Berkemenangan Dalam Tuhan” bahwa

“Kekristenan sejati bukanlah melulu soal perbuatan, melainkan perubahan. Dari hidup yang gelap dan busuk menuju hidup yang kudus dan tak bercacat di dalam Kristus, suatu kehidupan yang berbuah. Ini berarti berbicara tentang pengejaran kemuliaan Tuhan dan sebuah perubahan oleh kemuliaan Tuhan, sehingga setiap orang percaya dapat menjadi serupa dengan-Nya.” 

Ciri khas dari kehidupan murid² Kristus yang sejati adalah tiada henti belajar, mau diubah, dibentuk sesuai kehendak, rencana, panggilan Tuhan atas hidupnya. Proses ini akan mendewasakan karakter, memperluas pemikiran, membentuk sikap hati yang dikehendaki Bapa di sorga atas hidup kita. 

Kanak² rohani dan fans Kristus (bisa berpindah hati jika dirasa tidak lagi menyenangkan perasaan / tidak memuaskan keinginan, kehendak, rencana para fans) oleh karena itu tingkatan kanak² rohani / fans² Kristus / petobat² baru sering memberikan daftar persyaratan dan ketentuan tertentu kepada Tuhan untuk memuaskan ego para pengikutnya atau mereka (Kanak² rohani dan fans Kristus) akan membuat ajaran, sistem, kebiasaan ibadah, hidup kristen sesuai imajinasi (yang dibangun berdasarkan keinginan, kehendak, harapannya sendiri²) sehingga membentuk figur tuhan sesuai keinginan, kehendaknya sendiri.

Jadi, adakah kita sedang bertumbuh menjadi murid² Kristus atau sekedar fans² rohani?

Adakah kita sedang bertumbuh menjadi dewasa atau kanak² rohani didalam pengenalan akan Kristus?