Arsip Kategori: PESAN PROFETIK

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia) 
Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia) 
KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN
16 Maret 2020
Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi, 
Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Selepas berdoa terus hamba Tuhan ini bilang, kita tidak dapat memberi apa yang lebih baik untuk anak² ini kerana gereja tidak mempunyai dana/uang yang cukup, dan tabung kita ketika ini kosong sebab ada ramai orang yang MENCURI apa yang sepatutnya dikembalikan kepada Tuhan (sambil dalam nada yang bergurau & tersenyum kepada jemaat) lalu hamba Tuhan ini kasih tahu kalau selepas ini akan ada kutipan uang persembahan/persepuluhan, dan hamba Tuhan kasih tahu di setiap pintu masuk dalam gedung gereja digantung tabung/ kantong persembahan/ persepuluhan. Dan jemaat boleh memberi. 
Selepas saya mendengar pengumuman mengenai persembahan/persepuluhan ini ada jemaat yang MENCURI uang Tuhan, saya terus bilang kepada beberapa ibu² disitu, kalau ada yang mencuri itu harus di periksa/disiasat. Memikirkan saya sebagai petugas Polis yang bertanggung jawab untuk menyiasat. Walaupun ketika itu saya tahu hamba Tuhan ini menggunakan kata mencuri itu sebagai ganti kata tidak setia dalam memberi persembahan. 
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
MAKNA MIMPI PROFETIK di atas :
Setelah saya merenungkan makna dari mimpi tersebut dan mencatat beberapa hal yang Tuhan singkapkan, jelas sekali Tuhan membuka pikiran saya untuk berfokus pada beberapa kata yang merupakan simbol profetik: 
¹ HAMBA TUHAN YANG MENYAMPAIKAN TEGURAN SAMBIL TERSENYUM & BERGURAU
² TIDAK SETIA MEMBERI PERSEMBAHAN SEBAGAI SIMBOL DOSA & PELANGGARAN, 
³ POLISI, DIPERIKSA, dan 
⁴PEMBERIAN PERMEN 
Mimpi ini tidak mengarah bahwa orang Kristen harus memberi persembahan atau perpuluhan agar diluputkan dari masalah dan persoalan. Tetapi suatu peringatan dan teguran terhadap kesalahan yang sedang terjadi di dalam gereja agar kita bertobat. 
Tidak setia memberi persembahan adalah satu contoh pelanggaran yang paling sering didengungkan di dalam gereja hari² ini. Isi khotbah sebagian besar hamba² Tuhan pun sangat rajin dalam membahas soal memberi persembahan atau perpuluhan. 
Mari kita memperhatikan makna dari simbol² dalam mimpi ini :
¹ SIMBOL HAMBA TUHAN YANG MENYAMPAIKAN SUATU TEGURAN NAMUN SAMBIL BERGURAU & TERSENYUM
Tuhan sedang menunjukkan sikap para pemimpin rohani yang tidak serius menyatakan kesalahan dan dosa yang terjadi di dalam gereja!
Seharusnya peringatan dan teguran dari Tuhan disampaikan dengan bersungguh-sungguh, bukan dengan bersenda gurau! Ini menunjukkan sikap hamba Tuhan yang tidak peduli dengan isi hati Tuhan yang sebenarnya. Hamba Tuhan seharusnya dapat merasakan terlebih dahulu bagaimana pedih dan sakitnya hati Tuhan saat Ia berbicara tentang dosa dan kejahatan, sehingga ia dapat menyampaikan teguran dan peringatan bagi umat Tuhan dengan benar dan tepat seperti yang Tuhan kehendaki.
² SIMBOL PERMEN 
Permen merupakan simbol dari berkat jasmani yang sering dikhotbahkan sebagai hasil yang diterima umat Tuhan jika mereka setia memberikan persembahan dan persepuluhan. Hambar Tuhan itu sedang menyampaikan pesan bahwa, jika umat Tuhan rajin memberi persembahan dan persepuluhan maka mereka akan menerima berkat jasmani yang berlimpah, tetapi jika mereka tidak setia memberi, maka mereka hanya akan MENERIMA SEDIKIT BERKAT saja, yang dilambangkan dengan pemberian permen yang harganya sangat murah. 
Tuhan menyatakan bahwa sebagian besar dari para pemimpin rohani kini begitu giat dan bersungguh-sungguh mengkhotbahkan tentang jemaat harus setia dalam hal memberikan persembahan dan persepuluhan, tetapi sebaliknya justru melakukan pembiaran terhadap dosa² dan kejahatan yang lebih besar. Umat Tuhan tidak diajari dengan sungguh² tentang kekudusan, kejujuran, kemurnian hati dan hidup dalam kebenaran yang sejati.
Banyak dari pemimpin² gereja tidak bersungguh-sungguh dalam pengajaran mereka, yang seharusnya mereka memberitakan dengan benar dan jujur tentang Injil Kristus yang murni, Injil yang memerdekakan orang dari belenggu dosa, Injil yang berkuasa mengubahkan hati yang keras dan jahat, namun mereka justru memberitakan suatu injil yang lain, yang hanya sedap didengar telinga atau yang menyenangkan hati orang saja. Ini seharusnya tidak boleh terjadi.
³ SIMBOL POLISI  
Sikap pak Stephen yang mengatakan bahwa pencuri itu harus diperiksa, adalah sikap yang benar dan tepat saat terjadi pelanggaran. Seorang hamba Tuhan seharusnya bertindak sebagai PENEGAK HUKUM (orang yang menegakkan prinsip² kebenaran) di dalam gereja, bukan sekedar memberikan kata² motivasi, atau kata² penghiburan dan penguatan saja! 
Secara hukum seharusnya pelaku kejahatan (pencurian) segera ditangkap dan dikenakan sanksi yang setimpal dengan kesalahannya. Ini berarti para pemimpin rohani seharusnya mengambil tindakan yang tepat dan semestinya terhadap dosa dan kejahatan yang terjadi di dalam gereja, mendidik jemaat tentang hidup yang dijalani sebagai suatu persembahan yang kudus dan ibadah yang berkenan kepada Tuhan, suatu cara hidup yang seturut jalan-jalan dan kehendak Tuhan.
Akan tetapi kenyataannya banyak dari para pemimpin gereja lebih takut ditolak dan ditinggalkan jemaat, jika mereka menegur kesalahan jemaat dengan berani dan berterus terang. Mereka lebih takut kehilangan pemasukan uang dari jemaat ketimbang takut dan gentar kepada Tuhan. Mereka hanya tertarik untuk menyampaikan pesan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.
Sungguh inilah kesalahan para pemimpin rohani yang pada akhirnya menjerumuskan umat Tuhan, dan menyebabkan kejatuhan demi kejatuhan yang semakin besar terhadap umat Tuhan.
Mari kita memperhatikan dengan seksama pesan dan peringatan dari Tuhan yang disampaikan kepada umat-Nya dan para pemimpin rohani. Inilah hal² yang perlu diubah dan ditanggalkan dari kehidupan dan pelayanan kita. 
Mari kita merendahkan diri dan mengakui kesalahan kita di hadapan Tuhan, sekalipun mungkin bukan kita yang secara langsung melakukan kesalahan itu, namun sebagai bagian dari Tubuh Kristus dan juga sebagai para pelayan-Nya, kita pun seharusnya merendahkan diri dan bersyafaat mohon pengampunan atas kesalahan umat Tuhan dan para pemimpin rohani di bangsa ini, serta berdoa bagi pemulihan dan pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus dalam hati setiap orang.
Kiranya Tuhan berkenan atas pertobatan dan pengakuan kita, sehingga Ia berbelas kasihan atas umat-Nya dan memulihkan keadaan bangsa ini.
🌾 SEQUOIA 💎

PERSPEKTIF DAN STRATEGI PROFETIK TERKAIT WABAH VIRUS CORONA

Oleh Didit I.
Saya mendorong rekan-rekan untuk mempelajari audio podcast pengajaran yang disampaikan bapak Peter dan menghubungkan dalam kehidupan pribadi kita.

Tanggapan terkait wabah virus Corona – Bagian 1 

Dari sudut pandang profetik virus Corona merupakan sarana Tuhan untuk menggoncang kehidupan Kekristenan di dunia, mereka yang mengandalkan kekuasaan, kekayaan, koneksi dengan pejabat pemerintah/pengusaha/tokoh-tokoh politik/tokoh-tokoh agama, meluruskan pola pikir yang salah dalam menilai diri sendiri (menyangka sudah punya hubungan dengan Tuhan sebagaimana dalam mazmur 91 karena merasa sudah rajin datang ke gereja tetapi faktanya dilanda kekuatiran dan ketakutan sebagaimana hidup orang-orang duniawi yang tidak mengenal Tuhan), menyingkapkan atmosfir rohani dalam gereja-gereja, kota-kota dan pemerintahan atas bangsa-bangsa. Semuanyanya itu dimaksudkan Tuhan untuk menyingkapkan kondisi kehidupan rohani kita yang sebenarnya, menguji iman,  pengharapan, sikap hati dan kerinduan kita kepada Tuhan serta mengarahkan hidup kita untuk senantiasa berlindung, menjalin hubungan pribadi dan berjalan bersama Tuhan.
Inilah saatnya kita menjalankan peran kita sebagai mercusuar rohani yang tidak mudah digoncangkan atau tidak tergoncang oleh berbagai pemberitaan di media (jadikan pemberitaan di media sebagai data tambahan pengetahuan kita – bukan dasar arah hidup kita) dengan cara mengarahkan hati, pikiran dan hidup kita untuk mencari, menghidupi dan menyuarakan isi hati/pikiran Tuhan kepada keluarga, saudara seiman di seluruh Indonesia bahwa Tuhan rindu memulihkan bangsa-bangsa asalkan kita mau merendahkan diri, bertobat, mencari, menyelidiki, mengerjakan kehendak Tuhan serta bergumul dalam doa syafaat sesuai pimpinan Roh Kudus  
2 Tawarikh 7:14 (TB)  
“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

PERSPEKTIF PROFETIK 2020: MERCUSUAR ROHANI

Oleh Didit I. 
Selamat memasuki tahun 2020 kiranya Tuhan melimpahkan hati,  pikiran yang baru, gaya hidup, mengerjakan rencana dan mengejar tujuan yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupan kita.
Sepanjang tahun 2020 ini kita akan melihat buah-buah dari kebodohan yang membuat banyak orang terpuruk dalam keputusasaan. Dan di tahun ini pula setiap orang yang berharap, percaya, mengandalkan, mencari dan melakukan kehendak Tuhan akan melihat pertolongan Tuhan, membangkitkan harapan, tujuan yang baru di dalam Kristus. Kehidupan orang² yang mengandalkan Tuhan akan menjadi terang seperti mercusuar yang menyingkapkan berbagai bahaya dan petunjuk bagi para pelaut demikianlah kesaksian dan kehidupan orang² yang mengandalkan dan berjalan dalam kehendak Tuhan akan menjadi petunjuk,  solusi, teladan dan menyingkapkan tujuan Tuhan. 
Saya turut prihatin dan terus mendukung dalam doa untuk rekan²  dan masyarakat yang terkena musibah  banjir, angin puting beliung, dan berbagai bencana. Semua bencana ini dimaksudkan Tuhan untuk menunjukkan kondisi rohani  umat Tuhan, karakter dan kinerja pemerintahan. Tuhan sedang menunjukkan kondisi rohani umat Tuhan dan pemerintahan yang sebenarnya masih terpuruk dalam badai kebodohan sebab keserakahan dan agamawi masih menguasai kehidupan mereka. 
Bencana yang sedang terjadi di bangsa ini merupakan simbol profetik bahwa Tuhan masih peduli dan berkenan menasehati kita untuk selalu merendahkan diri,  bertobat,  mencari dan melakukan kehendak Tuhan, termasuk selalu mengandalkan Tuhan. Tuhan akan terus menggoncang dan menyingkapkan apa yang dipandang “sudah baik” dan “tidak butuh perubahan apa pun” dari pikiran kita yang naif sampai kita mau menyadari, mengakui dan bertobat di hadapan Tuhan. Kita membutuhkan pertolongan, pembelaan, penyertaan, pemulihan dari Tuhan,  bukan manusia. 
Oleh karena itu betapa penting setiap rencana, harapan², kehendak, keputusan penting dalam hidup kita seperti memilih pasangan hidup, cara menyelesaikan masalah, menentukan tujuan hidup selalu disesuaikan dengan kehendak Tuhan, bukan kehendak atau keinginan diri sendiri, orang lain. Tuhan ingin kehidupan kita di tahun 2020 makin rela dan bersedia untuk diproses dan diubah sesuai kehendak Tuhan sampai kemuliaan Tuhan bersinar terang dalam kehidupan kita melalui kesaksian perjalanan hidup pribadi kita dengan Tuhan dan pewahyuan yang kita terima secara pribadi dari Tuhan serta bagikan di media sosial dan gereja².
Di tahun 2020 Tuhan akan mempersiapkan kita menjadi mercusuar rohani yang akan  menyingkapkan kondisi yang sebenarnya, tipu daya yang disembunyikan, memberikan petunjuk, solusi, membangkitkan harapan² dan tujuan (visi) yang baru sesuai kehendak Tuhan. 
Marilah kita sambut tahun 2020 dengan hati yang takut akan Tuhan dan kerinduan untuk menggenapi kehendakNya. Tuhan memberkati

2020

Oleh : Rick Joyner
Dunia sedang dibawa kepada “Lembah Keputusan.” (Valley of Decision). Semua orang harus memilih antara terang dan gelap, baik dan jahat, kebenaran dan kebohongan.  Kita berada di masa-masa yang akan memisahkan gandum dari sekam, dan bangsa-bangsa sebagai domba atau kambing.
Bukan hanya AS yang menuju perang saudara.  Semua lini kesalahan sosial dalam peradaban akan tergoncang, dan kita akan dapat melihat adanya peningkatan berbagai pembelahan atau pemisahan karenanya.  Pada saat yang sama, kesatuan terbesar (gratest unity) akan terjadi atas pengikut sejati Allah.  Peristiwa paling mulia di dunia yang terjadi sekarang adalah bahwa mempelai perempuan Kristus mulai menjadikan dirinya siap bagi Dia. Inilah mengapa kita dijanjikan bahwa kemuliaan rumah yang terakhir akan lebih besar dari yang sebelumnya.
Ketika kita melangkah lebih jauh di masa-masa sekarang ini, konsekuensi dari keputusan kita — atau kegagalan kita untuk membuat keputusan — akan meningkat juga.  Keputusan Anda untuk mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati dapat mengubah kota Anda, atau bahkan bangsa Anda.  Ketetapan pendirian Anda akan kebenaran dan untuk melawan kejahatan dapat mengubah gelombang pertempuran demi jiwa kota atau negara Anda.  Semua yang hidup di zaman ini pada akhirnya akan menjadi pahlawan atau penjahat (hero or villain).  Segera tak seorang pun akan bisa duduk di pagar atau sela-sela hanya menjadi pengamat atau menonton saja.
Keputusan yang kita buat hari ini dapat menentukan apakah kita cukup kuat untuk membuat keputusan yang tepat nanti.  Saat kita mendekati akhir zaman ini, dampak penting yang dihasilkan setiap keputusan dan setiap tindakan akan diperbesar.  Ini berarti bahwa apa yang akan menghasilkan buah yang baik akan menghasilkan lebih banyak, dan apa yang akan menghasilkan buah yang buruk juga akan menghasilkan lebih banyak.
Tuhan berkata bahwa akhir zaman adalah “tuaian.” Panen adalah ketika semua benih yang telah ditabur sampai menjadi matang sepenuhnya.  Untuk alasan ini, kita harus menjadi lebih memahami akan sebenarnya benih-benih itu, baik dalam kata-kata kita maupun tindakan kita.  Kita juga harus bersiap akan menghadapi betapa cepat beberapa orang akan menjadi dewasa secara rohani, seperti yang dikatakan kepada Amos 9:13:
“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
Ini berbicara tentang waktu ketika mereka yang melakukan pekerjaan Tuhan akan melihat buah datang lebih cepat.  Ini akan mengasyikkan, tetapi kita juga harus tahu bahwa benih jahat akan berbuah lebih cepat juga.  Lalang mulai matang sepenuhnya bersama dengan gandum, tetapi ini adalah hal yang baik karena mereka akan terlihat seperti apa adanya.

PERSPEKTIF PROFETIK: DUA JENIS KEKRISTENAN DI INDONESIA

Oleh Didit I. 

(Cuplikan diskusi di group diskusi dan pemuridan Worship Center Indonesia)

untuk kalangan sendiri

Pengajaran yang disampaikan bapak Peter yang berjudul BERBUAH SESUAI KERINDUAN TUHAN (Bagian 1) mengingatkan saya akan penglihatan yang pernah Tuhan sampaikan beberapa bulan yang lalu terkait kondisi umat Tuhan di Indonesia yang diumpamakan seperti tanaman anggur. Tuhan memperlihatkan ada dua jenis tanaman anggur:

PERTAMA, TANAMAN ANGGUR YANG TERKENA HAMA
Pertumbuhan tanaman anggur ini  awalnya baik namun seiring berjalan waktu Tuhan menunjukkan keanehan pada tanaman anggur tersebut, yaitu terdapat bintil-bintil kecil pada daun dan Roh Kudus menjelaskan bahwa tanaman anggur tersebut terkena hama, kutu phylloxera (hama tanaman anggur yang menghisap cairan di akar dan daun sehingga menghambat pertumbuhan, tanaman menjadi layu dan tidak menghasilkan buah). kutu phylloxera menggambarkan roh agamawi yang menguras seluruh sumber daya dalam kehidupan kita, menghambat hubungan kita dengan Tuhan serta mengalihkan fokus kehidupan kita untuk puas dengan hidup dan ritual keagamaan yang sudah kita lakukan dan dilakukan orang-orang farisi rohani bertahun-tahun. Tuhan menjelaskan tanaman anggur yang berbuah sekalipun jika dibiarkan terkena kutu phylloxera akan berkurang buah-buahnya, menjadi layu bahkan mati. Demikian pula dalam kehidupan rohani, orang-orang yang dikuasai roh agamawi tampaknya saleh, tetapi roh tersebut telah yang mencuri pengertian, pewahyuan dari sorga digantikan dengan kegiatan-kegiatan agamawi dan menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan. Akibatnya kehidupan kita hanya dipenuhi dengan pengetahuan akan hukum-hukum dalam agama, tetapi tidak lagi mengalami pengalaman baru dan pewahyuan yang segar dari Tuhan tiap hari. Oleh karena itu kita perlu minta Tuhan melepaskan cengkraman roh agamawi yang berusaha menguasai kehidupan kita dan mencuri harta rohani, otoritas, berkat yang telah Tuhan sediakan dalam kehidupan kita

KEDUA, TANAMAN ANGGUR YANG BERBUAH LEBAT
Kondisi tanaman anggur ini berbeda dari tanaman sebelumnya. Daun dan batangnya tampak bersih dan segar seperti dibersihkan dengan cairan tertentu. Tidak ada kutu, ulat, jamur atau hama apa pun yang merusak tanaman tersebut. Di beberapa bagian ranting ada bekas dipangkas. Roh Kudus menjelaskan bahwa tanaman tersebut juga telah diberi pupuk. Tanaman anggur tersebut telah dirawat dengan baik sehingga tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah-buah yang segar dan berlipat-lipat. Lalu Roh Kudus menjelaskan dalam hembusan angin yang lembut bahwa pemangkasan dan perawatan tersebut menggambarkan proses kerelaan hati kita untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan. Kerelaan hati menyingkapkan bahwa kita mau melepaskan kehendak, rencana, keinginan, tujuan pribadi (ego) untuk mengikuti kehendak, rencana, keinginan dan tujuan Tuhan. Inilah proses keterbukaan dalam hati kita untuk senantiasa mencari dan melakukan kehendak Tuhan. Tidak ada lagi kebiasaan pikiran yang memilih hanya pesan-pesan rohani sesuai keinginan hati. Kita membiasakan pikiran kita untuk menguji kemurnian pesan Tuhan lalu menyelidiki dan melakukan kehendak Tuhan. Semakin besar kerelaan kita dalam mencari dan melakukan kehendak Tuhan maka semakin banyak pengalaman baru dan pewahyuan segar yang kita terima dari Tuhan setiap hari.


Pewahyuan Tuhan diatas telah menjawab pertanyaan saya beberapa waktu yang lalu seperti mengapa banyak anak-anak Tuhan di Indonesia suka mempersiapkan bahan-bahan khotbah di internet tanpa mencari pimpinan Tuhan terlebih dahulu (Mereka fasih menyampaikan bahan-bahan yang baik, dengan berbagai ilustrasi, cerita yang baik, tetapi kurang menggoncang dalam roh para pendengarnya). Dan mengapa banyak orang mengalami lesu rohani, termasuk para pelayanan Tuhan yang dulu begitu bergairah mencari kehendak Tuhan dan memanifestasikan kuasa Tuhan, tetapi hari-hari ini seakan-akan pelayanan mereka tidak lagi menghasilkan terobosan rohani? Mengapa kemerosotan rohani bisa terjadi dalam kehidupan kita? Dan mengapa kuasa Tuhan dalam gereja-gereja seakan-akan kurang mempengaruhi atmosfir rohani dalam pemerintahan di bangsa ini?

Dan jawaban Tuhan adalah, “Banyak orang tidak mau dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendakKu. Mereka (umat Tuhan di Indonesia) ingin mengikut Aku sesuai dengan cara mereka sendiri (sehingga kita bertumbuh menjadi tanaman anggur yang dipenuhi hama)…..Dan aku sedang mencari orang-orang yang mau mengikut Aku dengan caraKu (seperti tanaman anggur yang dibersihkan, dipangkas, diberi pupuk). Mereka adalah orang-orang yang peduli akan isi hati dan pikiranKu. Aku akan memulihkan dan mengurapi mereka menjadi mercusuar Bells Rock (salah satu mercusuar tertua yang dikenal diseluruh dunia telah menyelamatkan banyak jiwa dan kapal dari bahaya batu karang di pantai Angus, Skotlandia) untuk menerangi laut yang gelap….. 

Tuhan ingin kehidupan kita terhubung dengan Tuhan dan menghadirkan suasana, kerajaan sorga di muka bumi. Dan semuanya itu bisa terjadi saat hati kita rela untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan. Adakah Roh Tuhan mendapati dalam hati kita kerelaan dalam hati untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan?

Kiranya Roh Kudus senantiasa memberikan kepada kita hati yang lembut seperti hati Musa sehingga kehidupan kita senantiasa diperbarui di dalam Kristus dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia. Amin….

Bagi
saudara-saudari yang berminat bergabung dalam group whatsapp dapat menghubungi
no whatsapp
082299968682 atau 081803895744 atau 08980858661

Dengan bersedia mengikuti persyaratan di bawah
ini:

BELAJAR DAN BERTUMBUH BERSAMA DI GRUP WHATSAPP KAMI REVIVAL COMMUNITY

PERSPEKTIF PROFETIK: TERKAIT KEADAAN PEMERINTAHAN INDONESIA. Bagian-2 (Cuplikan diskusi di group diskusi dan pemuridan Worship Center Indonesia)

Oleh : Didit I


Beberapa hari ini saat saya sedang berdiam
diri di dalam hadirat Tuhan sambil berdoa untuk Indonesia kemudian Tuhan
memperlihatkan satu kalimat yang sangat jelas dihadapan saya, yaitu
“Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja,
maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran.”
(lihat Amsal 25:5).                                          
Roh Kudus menjelaskan bahwa ayat tersebut
menyingkapkan keadaan pemerintahan Indonesia. Tuhan menyingkapkan dihadapan
saya salah satu gambar DNA (asam deoksiribonukleat) seperti yang saya pernah
lihat di rumah sakit dan laboratorium.
Lalu Roh Kudus berbicara dengan jelas
mengatakan, “DNA orde baru (zaman Soeharto) masih mengalir di dalam
pemerintahan Jokowi. DNA yang Aku maksudkan adalah sifat KESERAKAHAN,
KEMUNAFIKAN DAN SEKARANG DITAMBAHKAN LAGI DENGAN AGAMAWI. DNA tersebut akan
terus mengalir dari generasi ke generasi masa kini dan masa depan dalam
kepemimpinan di berbagai bidang kehidupan sampai Aku memuncul para pemimpin,
tokoh-tokoh masyarakat, pejabat-pejabat yang nasionalis, jujur, tulus, berani
dan berhikmat di bangsa ini. Perubahan tersebut akan terjadi di bangsa ini
saat umatKu mau merendahkan diri, bertobat, mencari dan melakukan kehendakKu
 sebab hari-hari ini Aku mendapati umatKu masih membuka diri terhadap roh
keserakahan, kemunafikan dan agamawi……”
Tuhan hendak menunjukkan kepada kita bahwa
ketidakmampuan Jokowi dalam menyelesaikan masalah di bangsa ditandai dengan
tidak segera menyelesaikan berbagai masalah tersebut tetapi kemudian MEMILIH
BERKOMPROMI dengan orang-orang yang tidak ada niatan jujur, tulus untuk
membangun bangsa ini dimana akhirnya Jokowi terjebak dalam cara kompromi yang
dampaknya menimbulkan berbagai kekacauan dan masalah baru di bangsa ini. Inilah
bahasa sindirian dan hajaran Tuhan untuk memukul kita yang masih menjadi
pendukung-pendukung buta tokoh-tokoh tertentu. Tuhan ingin kita segera
mengambil langkah cepat selama masih ada waktu untuk kembali sebagai anak yang
hilang pulang kembali ke rumah bapa demikian kita perlu untuk merendahkan diri,
bertobat, mencari dan melakukan kehendak Tuhan.
Tuhan tidak akan berhenti mematahkan hati
kita sampai umat Tuhan di Indonesia berhenti menjadi pendukung-pendukung buta
 dengan cara meletakkan seluruh pengharapan kita akan pemulihan bangsa ini di
dalam Kristus, bukan para elit politik, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat.
Hal ini diwujurkan dengan menyerahkan seluruh hidup kita dalam tangan Tuhan
lalu mencari dan melakukan kehendak Tuhan.
Kita perlu memastikan bahwa ketika kaki kita
berdiri maka kita sedang berdiri di atas kehendak Tuhan dan jadikanlah
pandangan dari para penulis media sosial, pengamat politik, berita-berita yang
menyajikan fakta dan pandangan netral sebagai DATA TAMBAHAN untuk meneguhkan
PIMPINAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN KITA, BUKAN SEBALIKNYA seperti menjadikan
ulasan para penulis media sosial, pengamat politik, berita-berita sebagai
satu-satunya petunjuk dan dasar dalam kehidupan kita. Hal ini dimaksudkan
supaya kita beroleh pengertian yang makin jelas akan maksud hati dan tujuan
Tuhan terkait demontrasi yang telah, sedang dan akan terus terjadi di berbagai
daerah di Indonesia. 
Semoga Tuhan mengampuni kesalahan kita dan
melatih kepekaan rohani kita dengan hidup sebagai murid-murid Kristus yang
sejati. Amin…..
Tuhan memberkati rekan-rekan sekalian

PERSPEKTIF PROFETIK: TERKAIT KEADAAN PEMERINTAHAN INDONESIA. Bagian-1 (Cuplikan diskusi di group diskusi dan pemuridan Worship Center Indonesia)

 Oleh : Didit I
Menanggapi video yang telah dibagikan bapak
Peter beberapa hari yang lalu, pandangan saya bahwa sikap presiden yang
menyetujui calon pemimpin baru di KPK dan mengubah undang-undang KPK dalam
waktu singkat menjadi pertanda serius benarkah presiden mampu dan masih
berkomitmen memberantas korupsi di bangsa ini? Tuhan yang mengetahui isi hati
dan rencana para pejabat dan presiden di bangsa ini. Saat saya bergumul dalam
doa Tuhan menunjukkan ada perubahan dari sikap hati pemerintah pusat yang
awalnya ingin memberantas korupsi tapi dipertengahan jalan arah langkahnya
berubah karena terlanjur ingin mempertahankan kekuasaannya dengan cara
berkompromi dan bekerja sama dengan orang-orang yang tidak tulus dan kotor
tangannya dengan berbagai kepentingan pribadi/kelompok tertentu.
Tuhan menjelaskan kepada saya bahwa saat Anda
bergaul dengan para pembohong dan Anda tidak bisa mengendalikan pengaruh dari
teman-teman Anda yang pembohong maka cepat atau lambat sikap yang buruk
tersebut akan mengubah pola pikir dan jati diri Anda sebagaimana orang-orang di
sekitar Anda. Sebaliknya jika Anda bergaul dengan orang-orang yang takut akan
Tuhan, jujur, tulus, bijaksana dan berani menyampaikan keadilan maka
sifat-sifat yang takut akan Tuhan, jujur, tulus, bijaksana dan berani menyampaikan
keadilan akan mempengaruhi pola pikir, sikap hati dan kehidupan Anda. Oleh
karena itu orang-orang disekitar kita menentukan jati diri kita yang
sebenarnya.
Demikian juga semangat perjuangan Jokowi telah
berubah arah dari keinginan memberantas korupsi berubah arah menjadi mengikuti
arus oligarki di bangsa ini.
Beberapa hari yang lalu Tuhan berbicara kepada
saya bahwa pemerintahan Jokowi akan terus digoncang Tuhan untuk menunjukkan
kepada umatNya terkait:
1. Keterbatasan kepemimpinan Jokowi sebagai
presiden dalam menyelesaikan berbagai masalah di bangsa ini seperti kerusuhan
di Papua, sikap Jokowi yang mendukung DPR untuk melemahkan kinerja KPK, RKUHP
yang tidak akan menyelesaikan berbagai masalah di bangsa ini, intoleransi antar
agama, dll.
2. Dorongan ego Jokowi yang sebenarnya ingin
mendapatkan mendapatkan dan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi
atau kelompok tertentu.
3. Indonesia sedang mengalami krisis para
pemimpin nasionalis yang visioner, jujur, tulus, berani, rendah hati dan berhikmat
dalam pemerintahan, terlebih lagi dalam gereja-gereja.
4. Banyak orang di Indonesia (khususnya umat
Tuhan) suka menjadi pendukung-pendukung buta dari pemimpin-pemimpin yang buta.
Kita seharusnya menjadi pendukung-pendukung kehendak Tuhan dan menjadi para
pemimpin yang mengikuti kegerakan Tuhan, yaitu orang-orang yang hidup dalam
kebenaran dan keadilan.
Tuhan mengijinkan kegoncangan terjadi di
bangsa ini karena gereja-gereja telah membuka kesempatan roh agamawi,
keserakahan, kemunafikan menguasai kehidupan umat Tuhan dan pemerintahan di
bangsa.
 Kegoncangan yang terjadi di alam rohani sekarang diwujudkan di alam
nyata seperti kebijakan/sikap pemerintah yang melemahkan KPK, berusaha
menghentikan demontrasi mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia, memberikan
janji penyelesaian berbagai masalah di bangsa ini (tetapi tidak pernah terwujud
dengan baik), termasuk menutupi banyaknya kerugian serta korban jiwa dari
kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah tersebut akan menimbulkan
berbagai masalah yang baru di bangsa ini.
Jadi, marilah kita merendahkan diri,
bertobat, mencari dan hidup dalam kehendak Tuhan
 bukan menjadi
pendukung-pendukung atau pemimpin-pemimpin buta sebab Tuhan akan terus
menunjukkan betapa sia-sia orang yang berharap kepada manusia dan betapa
pentingnya kita berharap kepada Tuhan.

PERSPEKTIF DAN STRATEGI PROFETIK 2019 : MEMBEBASKAN DIRI DARI PENGARUH ROH AGAMAWI DAN MEMASUKI TINGKATAN ROHANI YANG LEBIH TINGGI

Oleh : Didit Irawan

“Tumbuhkan
keyakinan yang mendalam akan kasih dan kuasa Allah hari demi hari. Bangunlah
kedisiplinan untuk bersekutu dengan Kristus setiap hari sehingga Anda terus
bertumbuh. Bertumbuhlah agar ketika krisis melanda, akar Anda sudah menghunjam
jauh ke dalam kasih karunia, sehingga serat pohon Anda akan kokoh. Maka Anda
tidak akan serapuh begitu banyak orang Kristen lain ketika krisis melanda“.
~John
Piper
Beberapa
hari ini Tuhan mengingatkan saya pernyataan dari John Piper, seorang hamba
Tuhan dari Amerika. Pernyataan ini menyiratkan untuk kita terus bersekutu akrab
dengan Tuhan hari demi hari sehingga saat kegoncangan tiba maka kita tidak akan
goyah. Inilah kondisi yang tepat untuk menggambarkan keadaan umat Tuhan di
Indonesia. Ketika saya bertemu dengan beberapa aktivis gereja dan hamba-hamba
Tuhan seringkali saya mendengarkan mereka menceritakan pengalaman dalam
melayani, keberhasilan mereka membangun pelayanan yang besar. Lalu Tuhan
berkata jelas dalam hati saya mengatakan, “Aku akan menggoncang segala
kebanggaan mereka. Aku akan mengubah keberhasilan mereka menjadi cemooh dan
kebodohan bahkan segala hal yang tidak didasarkan di dalamKu akan menjadi
penyesatan.” 
Penyataan ini keras, tetapi inilah yang akan Tuhan lakukan dalam
gereja-gerejaNya.
Di  sepanjang tahun 2019 kita akan melihat
berbagai manifestasi dari kegerakan roh agamawi yang telah menyusup,
mempengaruhi dan mengendalikan gereja-gereja serta pemerintah.
PERKEMBANGAN
KEGERAKAN ROH AGAMAWI DI INDONESIA
Saya
akan mengutip beberapa perspektif profetik untuk menyegarkan kembali ingatan
kita akan kegerakan roh agamawi di Indonesia:
# PESAN
TUHAN TAHUN 2018: MENGENALI PERBUDAKAN ROH AGAMAWI DI INDONESIA (Bagian
Pertama):
“Roh
agamawi telah memadamkan api Tuhan dalam hati kita, sehingga kita tidak lagi
mendengar/menerima pimpinan Tuhan. Para fans Tuhan hanya memanfaatkan
pengalaman dan pengetahuan tentang Tuhan untuk membenarkan dirinya, tetapi di
dalam hatinya jauh dari persekutuan dengan Tuhan sedangkan para murid Kristus
menyelidiki isi hati, pikiran dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sesungguhnya saat ini roh agamawi telah menidurkan bapa-bapa rohani dan
pemimpin rohani di Indonesia dan bangsa-bangsa.
 Renungkanlah sejenak dan
ratapilah keadaan rohani di Indonesia.”
#
PERSPEKTIF PROFETIK TERKAIT PILPRES 2019:
“Gereja-gereja diumpamakan Tuhan seperti tembok-tembok pertahanan kota yang roboh. Artinya pertahanan-pertahanan rohani di bangsa ini telah runtuh. Tembok benteng pertahanan telah berhasil dirobohkan oleh roh agamawi. Dan roh agamawi telah menyebarkan virus kebodohan dan kesesatan di bangsa ini. Dan tanda-tanda yang jelas dari kegerakan roh agamawi adalah bangkitnya tokoh-tokoh agama yang berikhtiar turut serta dalam pilpres 2024. Sasaran utama dari roh agamawi bukan hanya menduduki posisi kedua namun tempat tertinggi di pemerintahan bangsa ini. Semuanya ini sudah saya sampaikan dalam perspektif mengenai pemerintahan yang baru (sudah dirilis Juli 2014)”

Ada
empat poin penting yang perlu kita amati bersama dari perspektif di atas bahwa
roh agamawi telah membuat kehancuran yang sangat parah antara lain:
PERTAMA,
membuat kita tertidur secara rohani dalam waktu yang berkepanjangan sehingga
kita tidak/kurang menyadari keberadaan, kekacauan dan kehancuran yang disebabkan
oleh roh agamawi. Kita lebih terfokus meminta dan menikmati berkat Tuhan
sehingga lupa mencari kehendak Tuhan dan mengevaluasi kehidupan rohani kita
dihadapan Tuhan.
KEDUA,
merusak indera rohani dengan mengalihkan pandangan kita dari Tuhan kepada tokoh-tokoh,
ritual-ritual, simbol-simbol agama.
 Oleh karena kita tidak lagi terbiasa
terhubung dengan Tuhan dan mencari pimpinan Tuhan maka kita mengalami kesulitan
dalam membedakan antara kehendak Tuhan, pribadi dan iblis bahkan bingung
menerapkan prinsip-prinsip kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya
roh agamawi telah membuat kita menjadi orang yang buta, tuli dan menderita
penyakit kusta rohani sehingga kita kehilangan kepekaan rohani – tidak lagi
bisa membedakan antara kehendak Tuhan, 
pribadi dan iblis.
KETIGA,
mengubah kebiasaan hidup, pola pikir dan sikap hati kita untuk lebih suka
membanggakan kesalehan, perbuatan baik yang bertujuan membenarkan diri serta
suka menghakimi atau mencari-cari kesalahan orang lain
 seperti teladan hidup
orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat di zaman Yesus.
KEEMPAT,
menyusup dan menguasai berbagai bidang dalam kehidupan kita seperti ekonomi,
politik, sosial,  budaya, pendidikan dan
bidang-bidang lainnya untuk membuat berbagai kebijakan atau sistem yang sesuai
dengan ajaran agama tertentu. Hal ini dilakukan untuk menguasai dan
mengendalikan kehidupan banyak orang untuk mengikuti ajaran agama tertentu.
Sesungguhnya
sudah bertahun-tahun roh agamawi berusaha keras melumpuhkan gereja-gerejaNya di
Indonesia supaya tidak mengalami pertumbuhan rohani dan terpuruk dalam berbagai
krisis baik secara rohani maupun jasmani. Dan beberapa kali juga rencana dari
roh agamawi digagalkan oleh para pengikut Kristus yang militan.
Oleh
karena masih banyak umat Tuhan yang tidak menyadari pengaruh jahat dari roh
agamawi maka Tuhan menggunakan moment pilpres 2019 untuk menyingkapkan
keberadaan, kejahatan dan kehancuran yang akan dilakukan oleh roh agamawi di
bangsa ini.
HUBUNGAN
PILPRES DAN KEHENDAK TUHAN DI TAHUN 2019
Sesungguhnya
pilpres 2019 berhubungan sangat erat dengan apa yang Tuhan hendak kerjakan atas
Indonesia pada tahun ini. Sebab Tuhan sedang menggunakan pilpres 2019 sebagai
sarana untuk menyingkapkan kegerakan roh agamawi yang telah memperbudak umatNya
serta penyebab multikrisis di bangsa ini.
Ketika
memasuki pertengahan bulan November 2018 saat saya sedang berdoa Tuhan
berbicara secara audibel kepada saya dengan jelas mengatakan, “Aku akan
menggunakan pilpes 2019 untuk menyingkapkan kebobrokan mental dan moral  dalam kehidupan umatKu dan para pejabat
pemerintahan di bangsa ini.
 Selain itu, Aku juga akan menyingkapkan roh
agamawi yang menyebabkan 
terjadinya krisis pertumbuhan rohani dalam
gereja-gerejaKu dan krisis pertumbuhan kepemimpinan yang tulus, jujur, berani
dan berhikmat di bangsa ini.”
Contohnya,
kita beribadah setiap hari Minggu, membaca Alkitab, mengikuti doa puasa,
melayani di mimbar gereja namun tidak sedikit diantara kita sebagai orang-orang
percaya dan pelayan Tuhan mendasarkan pilihan capres karena dorongan rasa takut
dengan rekam jejak capres tertentu, memindahkan dukungan ke capres lainnya
karena kecewa dengan sikap pemerintah yang membiarkan masalah hak asasi manusia
dan intoleransi agama, ingin mendukung capres tertentu karena mendapat dukungan
keuntungan dari partai atau elit politik tertentu,  mendukung capres tertentu berdasarkan
analisis dan argumen dari para penulis bebas di media sosial, memilih capres
tertentu berdasarkan pengamatan para elit politik, tokoh masyarakat, agama,
politik, dll. Dan kita melupakan faktor utama peran kita sebagai orang-orang
percaya yaitu, mencari kehendak Tuhan dan mendengarkan pimpinan Tuhan dalam
pilpres 2019.
Sesungguhnya
apakah tujuan kita ibadah dan melayai di gereja? Apakah hanya untuk
menyenangkan diri atau membanggakan posisi pelayanan kita atau kita benar-benar
mengasihi Tuhan dan ingin mendatangkan Kerajaan Sorga di muka bumi?
Di awal
tahun 2019 Tuhan menyampaikan dengan jelas, “Kebodohan dan kesesatan
mereka (umat Tuhan di Indonesia) telah sampai dihadapanKu.”
Sadarilah
bahwa kita telah mengabaikan hakikat sebagai warga negara yang dikehendaki
Tuhan, yaitu mencari kehendak Tuhan bagi bangsa ini, menguji segala sesuatu,
mengasah diri sesuai tujuan hidup yang telah ditentukan Tuhan serta mendukung
munculnya para pemimpin nasionalis yang visioner, jujur, tulus, berani dan
berhikmat di bangsa ini.
GEREJA-GEREJA
YANG AGAMAWI DAN DUNIAWI AKAN HANYUT DALAM KEBODOHAN DAN KESESATAN
Sesungguhnya
kegagalan kita membangun hubungan pribadi dan mengenali kehendak Tuhan serta
tipu daya iblis akan membuat kita terjebak dalam salah satu sisi: agamawi atau
duniawi.
Gereja-gereja
yang agamawi adalah kehidupan orang-orang Kristen yang mendalami agama, tampak
saleh namun tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan sedangkan
gereja-gereja yang duniawi adalah kehidupan orang-orang Kristen yang menjalani
ibadah, pelayanan tetapi perbuatan dan perkataannya sama dengan orang-orang
dunia yang tidak mengenal Tuhan.
Kedua
tipe ini memiliki intisari yang sama yaitu tidak mendasarkan hidup pada
kebenaran dan pimpinan Tuhan karena mereka tidak memiliki hubungan pribadi
dengan Tuhan.
Di akhir
tahun 2018 Tuhan berbicara secara audibel mengatakan, “Sesungguhnya
engkau akan melihat gereja-gereja yang tidak dibangun di atas kehendakKu akan
hanyut dalam derasnya arus pemikiran orang-orang yang agamawi dan duniawi.”
Setelah
Tuhan berbicara tak lama Tuhan memperlihatkan tulisan yang menyala terang dihadapan
saya “Roma 12:2” lalu saya segera mengambil Alkitab dan membacanya, tertulis,

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu,
 sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Tuhan
menginginkan pikiran kita diperbarui setiap hari sampai kita dapat membedakan
antara kehendak Tuhan yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.
Sepanjang
tahun 2019 kita akan melihat makin jelas beberapa program dan pembangunan
gereja-gereja akan makin dipersulit oleh masyarakat dan ormas tertentu. Dan
tekanan tersebut membuat gereja-gereja yang agamawi dan duniawi melakukan
reaksi-reaksi bodoh baik itu berdiam diri saja atau melawan dengan cara-caranya
sendiri. Akibatnya banyak orang menjadi tersandung dan makin benci dengan
segala hal yang berkaitan dengan kekristenan.
Banyak
orang beribadah kepada Tuhan namun tidak mengubah pola pikirnya agar sesuai
dengan firman Tuhan. Mereka mengetahui prinsip-prinsip firman Tuhan namun di
sisi lain tetap memakai pikirannya sendiri. Mereka lebih suka mengumbar
keinginan hatinya, menyelesaikan berbagai masalah dengan caranya sendiri. Roh
agamawi mendesak kita untuk sekedar MEMANFAATKAN berkat, kuasa, kasih Tuhan
bagi kesenangan dan memenuhi kebutuhan kita tetapi MENGABAIKAN hubungan pribadi
dengan Tuhan. Akibatnya kita tidak akan pernah mengetahui cara kerja Tuhan
untuk menyelesaikan berbagai masalah, menghadapi tantangan, maksud hati Tuhan
apalagi mencapai tujuan Tuhan.
Di awal
bulan Desember 2018 Tuhan memberikan saya penglihatan sebagai berikut:
Tuhan
membawa saya berdiri di suatu perbukitan dan di sekitar kaki perbukitan
tersebut ada pantai dengan gelombang ombak yang besar. Tak lama saya melihat
langit berubah menjadi makin gelap,  suhu
udara makin dingin lalu angin bertiup makin lama makin kencang. Lalu Tuhan
mengarahkan pandangan saya untuk melihat ke arah laut. Ternyata angin badai
telah membuat gelombang air laut semakin besar. Hanya dalam hitungan beberapa
detik saya mendengar dengan jelas jeritan ketakutan dan kekuatiran suara
orang-orang di kaki bukit di tepi pantai. Dan saya melihat gelombang air yang
sangat besar sedang menerjang tepi pantai. Orang-orang di tepi pantai lari
berhamburan. Mereka sedang berlari menuju perbukitan di tepi pantai.  Dan gelombang laut menerjang semua orang yang
berada di tepi pantai, rumah-rumah, 
pohon-pohon seperti tragedi tsunami di Aceh.
Perasaan
saya menjadi campur aduk karena jeritan kesedihan, penderitaan orang-orang yang
diterjang ombak besar.
Kemudian
saya melihat tak jauh dihadapan saya ada pos. Di samping pos ada papan dengan
gapura yang besar bertuliskan “MENJADI MURID KRISTUS.” Setelah melihat gapura
tersebut spontan saya bertanya dalam hati jika di bukit tersebut gapura menjadi
murid Kristus lalu di kaki bukit tersebut namanya apa? Kemudian saya menoleh
lagi ke belakang dan melihat orang-orang berhenti berlari. Mereka duduk,
berbaring dan jalan santai di sekitar pos tepat di kaki bukit dengan gapura
yang bertuliskan “PETOBAT BARU”. Lalu saya melihat gelombang air saling
menyusul menerjang dan menghempaskan orang-orang di daerah “PETOBAT BARU” di
kaki bukit. SEMUA ORANG YANG BERADA DI WILAYAH PETOBAT BARU TERSEBUT TERSERET
DALAM GELOMBANG AIR YANG BESAR DAN ANGIN BADAI YANG SANGAT KENCANG.
Kemudian
Tuhan berkata, “Hanya orang-orang yang terus berjalan dan masuk ke gerbang “menjadi
murid Kristus” yang bebas dari terpaan angin badai dan gelombang laut yang
ganas. Kebodohan dan kesesatan akan menyeret jiwa-jiwa yang suka tinggal
menjadi petobat-petobat baru…..sesungguhnya Aku akan mendesak umatKu masuk
dalam tingkatan rohani yang baru.”
Tuhan
memberikan kepada saya ciri-ciri orang-orang yang akan hanyut dalam kebodohan
dan kesesatan adalah mereka yang memiliki pola pikir sebagai berikut:
# Puas
dengan perkara yang baik daripada yang terbaik.
Inilah
kehidupan orang yang merasa hidupnya sudah menetapkan hatinya bahwa dirinya
sudah baik karena sudah menjalankan ibadah seminggu sekali, mengikuti doa
puasa, mendengarkan khotbah, membaca Alkitab dan memberikan perpuluhan di
gereja, aktif melayani Tuhan, aktif berdiskusi dalam group-group rohani. Orang
dalam tipe ini puas dan mempertahankan puas dirinya dengan membanggakan
berbagai perbuatan baik, pengalaman hidup menjadi Kristen, pengalaman melayani
Tuhan. Oleh karena hatinya sudah ditetapkan pada pemikiran orang-orang Kristen
umumnya maka mereka seringkali menolak pewahyuan Tuhan yang menyingkapkan
kegerakan Tuhan di Indonesia bahkan mengabaikan tujuan hidup dari Tuhan
sehingga hidupnya tidak memberikan dampak yang besar bagi pertobatan dan
pertumbuhan rohani jiwa-jiwa di Indonesia.
Dan
dalam hubungan dengan pilpres seringkali kita berpikir, “Pilihlah pemimpin
yang sedikit jeleknya diantara pemimpin yang buruk”. 
Pemikiran ini tampaknya
baik tetapi sebenarnya pemikiran ini membuat kita puas diri sehingga kita
mengabaikan untuk mengasah diri dan mendesak munculnya pemimpin yang terbaik
dan sesuai kehendak Tuhan di bangsa ini.
Semua
pemikiran yang baik pada akhirnya membuat kita sulit melihat perkara yang
terbaik dari Tuhan sehingga kita kehilangan hikmat, pewahyuan dan berkat-berkat
yang terbaik dari sorga bahkan menjadikan kita sebagai orang-orang yang
sombong.
# Malas
mengamati, menyelidiki, menguji, mencari, melakukan kebenaran serta menghindari
tipu daya iblis.
Inilah
kehidupan orang yang seringkali berkata dalam hatinya, “hati-hati dengan
nubuat, penglihatan dan pengajaran palsu.”
 Namun dirinya tidak pernah menguji
dan mencari kehendak Tuhan yang sejati. Bahkan orang dalam tipe ini jarang
melakukan introspeksi diri dan cenderung mencari-cari alasan untuk membenarkan
diri. Dan Kalaupun mengetahui kehendak Tuhan maka hatinya mengatakan, “aku
akan meresponi pesan Tuhan tersebut jika benar-benar sudah terjadi di
hadapanku.” 
Singkatnya, didalam hati orang di tipe ini sebenarnya tidak ada
niat dan tekad untuk belajar dan berjalan bersama Tuhan.
Inilah
orang-orang malas yang berharap masuk surga dengan tidak mau mencari, merenungkan
dan melakukan kehendak Tuhan. Kehidupan hanya dihabiskan untuk memuaskan
keinginan hatinya sendiri. Sesungguhnya saat kegoncangan tiba maka orang
demikian akan terjebak dalam arus kebodohan dan kesesatan. Mereka akan
meresponi berbagai masalah dan tantangan hidup dengan caranya sendiri, mudah
putus asa dan mengasihani diri sendiri.
#
Memandang dirinya, hidupnya, pelayanannya, gerejanya, denominasinya,
komunitasnya, pengajarannya, nubuatannya dan pemimpin rohani/bapa rohaninya
merupakan pusat kegerakan Tuhan atau yang paling benar.”
Inilah
kehidupan orang-orang yang tiada henti memegahkan segala sesuatu yang
dimilikinya kepada orang-orang di sekitarnya dan melupakan Tuhan. Tuhan
menyampaikan bahwa mereka selalu berkata dalam hatinya “Kegerakan Tuhan selalu
dimulai dari dalam gereja-gereja (denominasi tertentu) dan bukan di luar
gereja-gereja sehingga mereka mengabaikan karya RohKu yang berada diluar
pikiran mereka serta memandang dirinya yang paling benar dihadapan Tuhan.”
 Pernahkah Anda mendengarkan orang membanggakan pengajarannya, pelayanannya,
gerejanya, hidupnya bahkan pemimpin rohaninya lebih daripada Tuhan. Jika
jawabannya iya maka bertobatlah sebab gelombang kebodohan dan kesesatan sedang
mengejar dan membinasakan kehidupan Anda.
Ketiga
poin di atas menyingkapkan sifat dari bayi-bayi dan kanak-kanak rohani yang
biasanya ada di kalangan petobat baru. Sebagai pengikut Kristus seharusnya kita
menanggalkan kebiasaan dari manusia lama kita.
Sepanjang
tahun 2019 roh agamawi akan semakin giat memasukkan berbagai pemikiran yang
hampir benar yang bersifat agamawi dan duniawi bahkan diteguhkan dengan
berbagai data yang tidak teruji dan penafsiran firman Tuhan untuk menentang
pengenalan akan kehendak dan tujuan Tuhan. Jika kita tidak membiasakan diri
mencari kehendak Tuhan dan menguji segala sesuatu akan terjebak dalam pola
pikir yang dangkal, penuh tipu muslihat, membenarkan diri dan menghakimi orang
lain.
Contoh
dikalangan umat Tuhan adalah makin banyak jumlah orang-orang yang datang ke
gereja hanya untuk mencari hadiah, sembako sensasi pertunjukkan ibadah yang
meriah, pekerjaan,  jodoh,  pertemanan dan bukan mencari Tuhan serta
pimpinan Tuhan.
Contoh
dikalangan masyarakat Indonesia, kita akan melihat banyak masyarakat yang
memiliki mental yang suka menuntut, meminta dan mengancam pemerintah supaya
memperhatikan kenyamanan hidup masyarakat dan di sisi lain masyarakat enggan
bekerja keras dan mengembangkan diri. Mereka lebih suka menuntut perubahan
orang lain daripada dirinya sendiri
Di
sepanjang tahun 2019 sampai 2024 kita akan melihat Tuhan akan mengijinkan
berbagai kebijakan pemerintah, organisasi agama tertentu untuk menekan kaum
minoritas dan membuat kehidupan kita tidak berdaya seperti orang terserang
penyakit stroke rohani.
Roh
agamawi akan menjadikan bangsa ini menjadi bodoh, sombong, malas, licik, egois,
munafik dan agamawi. Dan semua sifat tersebut sangat bertentangan dengan takdir
Tuhan untuk Indonesia dengan menjadi Indonesia sebagai bangsa yang dipenuhi
orang-orang yang berhikmat, tulus, jujur, rendah hati, takut akan Tuhan.
GEREJA-GEREJA
YANG MENGASIHI TUHAN AKAN MENGADAKAN TEROBOSAN ROHANI
Tuhan
tidak akan membiarkan kegerakan roh agamawi menghancurkan bangsa ini.  Oleh karena itu Tuhan sedang mempersiapkan
umatNya untuk menghadapi roh agamawi dan membuka pintu sorga terbuka bagi
bangsa ini. Peran kita di tahun 2019 adalah 
MENGHALANGI penurunan kualitas mental dan moral serta MEMBEBASKAN
JIWA-JIWA DARI PENGARUH ROH AGAMAWI. Ketidaktahuan peran kita di tahun 2019
menyingkapkan posisi rohani kita yang sebenarnya masih berada dalam pengaruh
roh agamawi.
Dan cara
kita menghalangi kegerakan roh agamawi di bangsa ini dengan hanyut dalam
persekutuan dan pimpinan Tuhan.
Di awal
tahun 2019 Tuhan memperlihatkan kembali dalam bentuk penglihatan bahwa di
tengah badai dan gelombang air yang sedang menerjang jiwa-jiwa di wilayah
petobat baru sesungguhnya Tuhan memperlihatkan langit terbuka lalu terdengarlah
suara,  “Naiklah terus ke bukit dan
berjalanlah sampai ke puncak gunung.”
 Lalu saya melihat di langit awan
putih, bersinar terang dan lembut bergerak turun ke perbukitan untuk
menyelimuti, membimbing, memimpin dan menolong orang-orang ingin naik dari
petobat baru memasuki pintu gerbang menjadi murid Kristus sampai ke puncak
gunung. Kemudian saya melihat awan-awan membekali orang-orang dengan
perlengkapan perang lengkap, kirbat berisi sari anggur, obor dan gulungan
kertas yang tersegel (Tuhan menjelaskan bahwa kertas gulungan tersebut berisi
panggilan hidup dan perjanjian Tuhan).
Berdasarkan
penglihatan di atas kita melihat bahwa Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada orang
yang menyambut pimpinan Roh Kudus. Mereka adalah murid-murid Kristus yang
responsif terhadap kegerakan Tuhan. Kehidupan mereka ditandai dengan:
1. Rela
mengabdikan hidup untuk melakukan kehendak Tuhan
Hal ini
digambarkan dalam penglihatan sebagai perlengkapan perang. Inilah titik awal
kehidupan kita tidak lagi memusingkan kepentingan pribadi (lihat 2 Timotius
2:4). Oleh karena kita berkomitmen hidup bagi kepentingan Kerajaan Sorga maka
Tuhan menyingkapkan beban dan kerinduan hatiNya kepada kita. Sesungguhnya tanda
yang akan menyertai kita adalah setiap hari Tuhan akan memberikan pokok doa,
pewahyuan secara supranatural, menyingkapkan pengertian-pengertian akan maksud
hatiNya. Kasih Tuhan yang bergejolak dalam hati kita akan  membangkitkan belas kasihan dan murka yang
kudus saat melihat kebobrokan dalam kehidupan umatNya yang agamawi  dan duniawi sehingga Tuhan menunjukkan
pewahyuan dari Sorga setiap hari terkait apa yang dapat kita lakukan untuk
menghancurkan kubu-kubu pertahanan musuh.
2. Hati
yang terbuka dan responsif terhadap kegerakan Roh Kudus.
Hal ini
digambarkan sebagai kirbat anggur yang baru sehingga mudah dibentuk dan
diarahkan sesuai keinginan Tuhan (Matius 9:17). Kelenturan kirbat tersebut
merupakan sikap responsif dan kerelaan hati untuk dibentuk dan dipimpin
Tuhan.  Iniah kehidupan orang-orang yang
selalu bertanya kepada Tuhan dalam menghadapi segala sesuatu dan Tuhan
menyatakan kehendakNya. Kita tidak lagi bingung dengan berbagai masalah yang
terjadi dalam kehidupan kita karena Roh Kudus selalu memberikan solusi,
penghiburan, nasehat, kekuatan dan perjanjianNya dalam hidup kita..
3.
Kesediaan untuk meneladani kehidupan dan menjadi saksi Kristus.
Inilah
pengertian dari simbol dari obor. Kehidupan yang tidak lagi menampilkan diri
kita atau menampilkan tokoh-tokoh agama tertentu, tetapi menampilkan teladan
hidup Kristus dalam hidup kita (Yohanes 8:12). Ketika kita tiap hari mencari,
menyelidiki, merenung dan melakukan kehendak Tuhan maka Tuhan akan memperjelas
kehendakNya dan tipu daya iblis dalam hidup kita. Segala hal yang kita lakukan
dan sampaikan yang sesuai dengan kehendakNya akan mendatangkan kegoncangan baik
di alam rohani maupun alam nyata seperti membuka luka dalam hati dan
mengobatinya. Menyingkapkan berbagai kebobrokan dan memulihkannya. Hadirat
Tuhan akan memenuhi kehidupan kita sehingga orang-orang  di sekitar kita merasakan kuasa dan kasih
Tuhan yang membuat orang-orang di sekeliling kita makin takut akan Tuhan.
4.
Mencari dan mengetahui tujuan hidup dari Tuhan.
Hal ini
merupakan gambaran dari gulungan kertas yang tersegel. Dalam gulungan kertas
tersebut merupakan amanat khusus yang telah Tuhan sediakan bagi kita, yaitu
panggilan hidup. Di tahun 2019 Tuhan akan menyingkap tujuan hidup kita, sesuatu
yang sangat ditakuti oleh roh agamawi. Sebab saat kita mencari tujuan hidup
dari Tuhan maka kita sedang mengaktifkan kembali saraf-saraf rohani dalam tubuh
Kristus. Artinya peran kita dalam tubuh Kristus entah Anda dipanggil sebagai
pendoa, bernubuat, nabi,  pengajar,
penginjil, gembala, konselor bahkan melayani sebagai pemusik atau orang-orang
yang mempersiapkan perlengkapan ibadah sesungguhnya peran Anda dapat
membangkitkan gairah dan fungsi saraf-saraf lainnya. Dimana pun panggilan Tuhan
disitulah otoritas yang telah Tuhan percayakan kepada Anda untuk menyatakan
kehendakNya di muka bumi.
Keempat
poin di atas merupakan ciri khas seorang murid yang menempuh pendidikan sampai
menerima tugas untuk kerja nyata. Tuhan ingin memulihkan dan menjadikan
kehidupan kita seperti pisau yang sangat tajam dan bom yang memiliki daya ledak
sangat besar sesuai dengan fungsi kita dalam tubuh kristus untuk menghancurkan
kubu-kubu pertahanan roh agamawi.
TAHUN
2019: MENJADI MURID KRISTUS YANG MENGADAKAN TEROBOSAN ROHANI
Tuhan
menginginkan kehidupan kita menjadi murid Kristus yang memberikan dampak di
alam rohani seperti terjadinya peningkatan pertobatan jiwa-jiwa, pertumbuhan
rohani sehingga memunculkan para pemimpin nasionalis yang jujur, tulus, berani
dan berhikmat.
Di awal
bulan Januari 2019 Tuhan memberikan saya lanjutan penglihatan,
Saya
melihat orang-orang dengan perlengkapan perang lengkap, membawa obor, kirbat
berisi anggur, serta gulungan kertas di pinggangnya berdiri di sekitar
perbukitan yang ditumbuhi pohon aras (Tuhan menunukkan di bagian batang pohon
tersebut terdapat goresan ukiran salib) dan dudaim yang berbuah lebat. Tubuh
mereka dikelilingi oleh awan dan sinar yang sangat terang lalu saya melihat
mereka semua mengeluarkan dan mengangkat pedang dari sarungnya. Kemudian saya
melihat awan yang menyelimuti prajurit-prajurit Tuhan di tingkat murid kristus
tersebut makin bersinar terang lalu terdengar suara gemuruh di langit sangat
keras. Suara gemuruh di langit membuat permukaan tanah di perbukitan bergetar.
Seketika itu juga angin badai  berhenti
dan gelombang air menjadi reda. Lalu langit terbuka dan keluarlah aliran air
yang sangat bersinar, mengalir berkelok-kelok seperti sungai dari langit menuju
tepi pantai. Lalu aliran air tersebut terpecah menjadi beberapa bagian mengalir
dalam hati orang-orang yang ada di sekitar tepi pantai dan korban-korban yang
bergeletakan di kaki bukit. Kemudian Tuhan berkata, “Persatuan orang-orang yang
mau mencari, menyelidiki dan melakukan kehendakKu akan menyingkapkan segala
kebodohan dan kesesatan serta menyatakan kuasa dan kasihKu untuk mencelikkan
mata rohani mereka…..”
Menjadi
murid Kristus merupakan tingkatan rohani yang akan dipakai Tuhan untuk membuka
pintu kasih dan kuasaNya untuk melawat umatNya. Sebagaimana murid-murid Kristus
yang berdiri di pohon aras yang menggambarkan keperkasaan Tuhan dinyatakan
dalam persatuan orang-orang yang mencari kehendak Tuhan dan tanaman dudaim yang
menggambarkan gairah yang sangat besar untuk bersekutu dan melakukan kehendak
Tuhan
Berkat
terbaik di tahun 2019 adalah Tuhan akan menyatakan kuasa dan kasihNya yang
besar di tahun ini melalui gerakan, pengajaran, nubuat, penglihatan dan
pesan-pesan rohani yang berbeda dengan orang-orang agamawi umumnya. Dan
semuanya ini membuat banyak orang menjadi heran dan iri hati. Dan di titik
itulah Tuhan akan menemplak orang-orang agamawi seperti pengajaran mereka tidak
terlalu diminati oleh orang-orang daripada pengajaran yang disampaikan oleh
murid-murid Kristus, pengalaman supranatural seperti memperoleh mimpi,
penglihatan atau pengertian-pengertian yang datang secara tiba-tiba untuk
menyadarkan mereka dari kebodohan dan kesesatan.
SIKAP
KITA DALAM MENGHADAPI DAN MELAWAN PENGARUH ROH AGAMAWI
1.
Berdoalah setiap hari
a.  Bagi pertobatan gereja-gereja supaya mereka
mau merendahkan diri, introspeksi diri dengan jujur, bertobat, mencari dan
bergerak sesuai pimpinan Tuhan serta menguji segala sesuatu.
b.  Mintalah penyingkapan dan hikmat untuk
memahami dan dimampukan mengikuti kegerakan Tuhan di Indonesia.
2.
Bergabunglah dalam komunitas-komunitas rohani yang memberikan dampak bagi
pertumbuhan rohani, menemukan/mengobarkan karunia-karunia rohani serta
mengarahkan hidup pada tujuan Tuhan yang sejati (menemukan tujuan hidup).
3.
Berpartisipasi membagikan pesan-pesan rohani di media sosial atau komunitas
rohani (seperti pengajaran, nubuat, mimpi, penglihatan, doa) dalam bentuk
tulisan,  audio,  video yang prinsip-prinsipnya murni berasal
dari Tuhan, menggugah pikiran, menggoncang kehidupan rohani (bukan pesan-pesan
rohani yang bersifaf menghibur)
4.
Mencatat dalam agenda pribadi dan memposting di media sosial terkait hubungan
dari nubuat, mimpi, penglihatan yang sudah teruji dengan fakta-fakta yang
sedang terjadi sebagai bentuk mengajarkan jemaat untuk menguji segala sesuatu
dan meneguhkan kegerakan Tuhan di Indonesia.
5.
Menyediakan waktu bersama keluarga untuk berdoa dan berdiskusi terkait
kegerakan Tuhan di Indonesia.
6.
Pikirkanlah selalu janji-janji Tuhan yang menumbuhkan iman, pengharapan dan
kasih kita kepada Tuhan.
7.
Sediakanlah waktu berdiskusi dengan Hamba-hamba Tuhan untuk mencari,
mengembangkan dan mengobarkan karunia-karunia rohani.
8. Cari
dan temukan tujuan hidup dari Tuhan 
serta fokuslah untuk berkarya sesuai pimpinan Tuhan.
9.
Tunjukkanlah kasih dan hikmat dalam menghadapi berbagai perlakuan yang tidak
menyenangkan seperti pembubaran ibadah, penutupan gereja, perkataan/sikap
merendahkan dari kalangan orang-orang yang intoleran di sekeliling Anda.
10.
Naikanlah ucapan syukur dan bersukacitalah dalam segala hal sebab Tuhan akan
menunjukkan kebaikanNya dibalik setiap persoalan bahwa Tuhan hendak melimpahkan
berkat-berkat dari sorga dalam hidup Anda.

PERSPEKTIF PROFETIK : TERKAIT KONDISI KEHIDUPAN ROHANI UMAT TUHAN DI INDONESIA. (Cuplikan diskusi di group whatsapp Worship Center Indonesia)

Oleh
Didit I.
Di awal
bulan Januari saat mengantar keluarga ke rumah sakit. Kebetulan saat itu saya
sedang menunggu panggilan pemeriksaan. Saya berkesempatan melihat kondisi bayi²
dan balita² yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut. Sebagian besar
kondisi bayi² dan balita² tersebut sangat memprihatinkan karena sebagian besar
menderita berbagai macam² penyakit dan kelainan dari lahir. Mengamati kondisi
bayi², balita² dan ekspresi wajah ibu dan bapak dari bayi tersebut membuat saya
tidak bisa menahan air mata. Saat Tuhan mengarahkan saya untuk memperhatikan
ekspresi bayi yang bermacam², orang tua dari bayi/balita serta suara dalam hati
mereka yang menyingkapkan kesedihan, tiada berpengharapan,  keputusasaan, kelelahan. Mereka harus
menerima kenyataan bahwa bayi mereka sedang sakit atau tidak normal.
Di
ruangan itu pula kemudian Tuhan menggerakkan saya melihat beberapa bayi yang
sedang menderita hidrosefalus (kepala lebih besar dari ukuran normal) dan bayi
lainnya yang menderita mikrosefali (kepala lebih kecil dari ukuran normal).
Kemudian Tuhan mengubah keadaan di sekeliling saya yang sebelumnya di ruang
tunggu di rumah sakit berubah menjadi ruangan ibadah di gereja yang mana bangku²
gereja dipenuhi dengan bayi² dan anak² yang sedang menderita hidrosefalus dan
mikrosefali.
Apalagi
kondisi bayi dan balita² yang masih belum memiliki pengalaman dan pengertian
akhirnya mereka memasukkan barang² apa pun yang ada di sekitarnya ke dalam
mulutnya. Mulai dari kotoran, sampah, makanan basi, buku², menggigit tempat
duduk yang terbuat dari kayu, dll. Suasana di dalam gereja tersebut benar²
kacau karena bayi² dan anak² di dalam gereja tersebut menjerit histeris,
menangis, berteriak seakan² ingin menyampaikan keinginan hatinya masing².
Ada pun
anak² remaja, pemuda, dewasa sebagian besar menderita busung lapar sangat sibuk
melayani keinginan bayi² dan balita² yang sakit.
Sedikit
sekali para remaja,  pemuda dan dewasa
yang berada dalam kondisi normal. Mereka melarang anak² untuk makan sembarangan
lalu menyediakan makanan yang bergizi, memeriksa kesehatan bayi²/balita²,
memberi obat²an sesuai usianya, merawat dan memberikan pakaian yang layak.
Kemudian
Tuhan berkata, “Inilah kondisi
umatKu di Indonesia. Sebagian besar diantara mereka menderita microsefali
rohani karena jarang mencari kehendakKu dan hidrosefalus rohani karena
mengumpulkan pengetahuan tentang jalan²Ku namun tidak pernah melakukan
kehendakKu…Ada pun sebagian besar orang-orang menerima pengetahuan namun
hidupnya tidak terhubung denganKu sehingga selalu bingung dalam mempraktekkan
firmanKu….. Mereka yang mencari, 
menyelidiki dan melakukan kehendakKu akan bertumbuh dan hidupnya
menghasilkan buah seratus kali lipat (Hal ini mengingatkan saya akan Matius
13:23)….” 
Tuhan ingin kita tiada henti mencari,
merenungkan firmanNya dan melakukan kehendakNya.
  Bukan sekedar menambah pengetahuan atau
sekedar beribadah saja. Apalagi hidup untuk menyenangkan hati orang lain. Tuhan
ingin kehidupan rohani kita benar² melekat kepadaNya seperti seorang istri yang
selalu memikirkan maksud hati dan pikiran suaminya. Demikian Tuhan menginginkan
kita selalu memikirkan pikiranNya dan merasakan beban hatiNya serta melakukan
tepat sesuai keinginan hati Kekasih jiwa kita, Yesus Kristus.
Keterpurukan
rohani yang sedang terjadi dalam kehidupan kita telah membuka kesempatan bagi
penguasa kegelapan untuk menimbulkan berbagai krisis di berbagai bidang dan
merusak mental serta moral bangsa ini.
Seharusnya
kehidupan kita sebagai pengikut Kristus tekun mencari, melakukan kehendak Tuhan
dan menikmati pengalaman berjalan bersama Tuhan meskipun menghadapi berbagai
tantangan. Kesetiaan kita dalam mengikuti kehendak Tuhan akan membawa hidup
kita dalam level rohani yang baru karena Tuhan akan menyingkapkan maksud
hatiNya dan rahasia hatiNya terkait hidup kita serta petunjuk menerapkan
kehendakNya dalam kehidupan sehari².
Sesungguhnya
bagian penting yang hilang dari gereja² (termasuk hidup kita) adalah
MENGHUBUNGKAN berbagai pesan² rohani perspektif profetik,  pengajaran, khotbah ke praktek kehidupan
sehari² sehingga kita dimampukan Tuhan untuk melihat 3 hal penting,  yaitu;
1.
Mengetahui rencana dan kerinduan hati Tuhan.
2.
Mengetahui jebakan² / tipu daya iblis
3.
Mengetahui posisi rohani kita dalam mengikut Tuhan
Ketiga
poin ini hanya akan dimengerti saat kita menjalin hubungan pribadi dengan
Tuhan.
Pemahaman
kita akan tiga poin di atas akan membuat kita bertumbuh rohani, terhindar dari
kebutaan rohani dan mempertajam indera rohani kita. 
Ketidaktahuan
kita akan hubungan dari pesan² rohani dengan kehidupan sehari² hanya akan
membuat kita menderita penyakit hidrosefalus rohani (karena mengumpulkan
berbagai pengetahuan rohani tetapi kurang menghubungkan dan mempraktekkan dalam
kehidupan sehari²) atau microsefali rohani (karena hatinya yang tidak peduli
dengan kehendak Tuhan jadi jarang mencari, merenungkan kehendak Tuhan atau
busung lapar rohani (karena kurang mengkonsumsi makanan rohani yang bersih dan
bergizi dari sorga).
Jadi
betapa pentingnya kita menjalin hubungan pribadi dengan Tuhan, menyelami maksud
hatiNya serta bergerak sesuai petunjukNya. Sekarang, pertanyaan yang terutama
yang harus kita renungkan dan jawab adalah di golongan manakah kita berada?
Apakah kehidupan rohani kita termasuk dalam golongan bayi/balita rohani yang
menderita hidrosefalus/mikrosefali secara rohani? Apakah termasuk golongan
remaja/pemuda/dewasa  yang menderita
busung lapar rohani?  Ataukah kehidupan
rohani kita termasuk remaja/pemuda/dewasa yang mengetahui posisi
rohaninya,  tujuan Tuhan dan segala hal
yang diperbuatnya selalu menimbulkan dampak mendewasakan kehidupan rohani orang²
disekitar kita serta menggagalkan rencana² penguasa kegelapan?
Salam
perjuangan dalam Kristus.